Karhutla, 357 Hektare Lahan di Jambi Terbakar

Karhutla, 357 Hektare Lahan di Jambi Terbakar
Ilustrasi kabut asap akibat kebakaran hutan. ( Foto: ANTARA FOTO / Syifa Yulinnas )
Radesman Saragih / YUD Rabu, 7 Agustus 2019 | 08:17 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi selama musim kemarau panjang Januari –Agustus ini sudah mencapai 357 hektare (ha). Sekitar 232 ha atau 75 % hutan dan lahan yang terbakar di daerah tersebut terjadi pada puncak musim kemarau Juli hingga awal Agustus ini. Luas karhutla tersebut diperkirakan masih terus bertambah karena karhutla masih terus terjadi di beberapa kabupaten Jambi.

“Guna meredam karhutla di Jambi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi, pemerintah kabupaten, Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Jambi, Badan PenanggulanganBencana Daerah (BPBD), perusahaan sawit dan hutan serta masyarakat sekitar hutan perlu meningkatkan aksi pencegahan karhutla,”kata Gubernur Jambi, Fachrori Umar di Jambi, Rabu (7/8/2019).

Menurut Fachrori Umar, koordinasi pemerintah provinsi, kabupaten, TNI, Polri, BPBD dan dinas instansi terkait di Jambi dalam penanggulangan karhutla dan bencana asap harus ditingkatkan. Tidak ada lagi dinas instansi yang bisa melakukan penanggulangan karhutla dengan setengah hati karena semua stakeholders (pemangku kepentingan) sudah mengikuti rapat korrdinasi penanggulangan karhutla di Jakarta, Selasa (6/8).

“Saya, beberapa orang bupati, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, Danrem 042/Gapu Jambi, Kol TNI (Arh) Elphis Rudy dan pejabat dinas instansi terkait sudah mengikuti rapat koordinasi penanggulangan karhutla di Istana Negara, Jakarta, Selasa. Presiden RI, Joko Widodo pada rapat koordinasi tersebut sudha mengultimatum agar seluruh daerah bertindak cepat menanggulangi karhutla. Jadi tidak ada lagi yang bisa main-main dalam penanggulangan karhutla ini,”ujarnya.

Dijelaskan, karhutla di Jambi selama dua bulan ini terjadi enam kabupaten. Luas karhutla paling banyak terdapat di Kabupaten Muarojambi, yakni 110,70 ha. Kemudian karhutla di Sarolangun sekitar 90,82 ha, Batanghari (47,70 ha), Tanjungjabung Timur (29,87 ha). Sedangkan karhutla di Merangin sekitar 27,70 ha, Bungo (24 ha), Tebo (16 ha) dan Tanjungjabung Barat (10,22 ha).

Payung Hukum

Menurut Fachrori Umar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi telah memiliki peraturan yang selama ini digunakan dasar untuk mengendalikan karhutla sekaligus menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan. Peraturan tersebut, Peraturan Daerah (Perda) Pemprov Jambi Nomor 22 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan dan Peraturan Gubernur (Pergub) Jambi Nomor 31 Tahun 2016 tentang PetunjukTeknis Pelaksanaan Perda Nomor 2 Tahun 2016.

“Selain itu Pemprov Jambi juga membentuk Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Jambi melalui Surat Keputusan (SK) Gubernur Jambi Nomor 358 Tahun 2016, membuat Maklumat Forkompimda tentang Sanksi Pidana bagi Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan serta membentuk pos komando (posko) Satgas Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi,”katanya.

Dijelaskan, selama terjadinya karhutla di Jambi, Juli lalu, Satgas karhutla Provinsi Jambi sudah menangkap seorang pelaku pembakar lahan di Sarolangun. Tersangka kini masih ditahan dan diperiksa intensif di Polda Jambi. Satgas Karhutlkah Jambi juga masih terus menyelidiki pelaku pembakaran lahan gambut di Muarojambi.

Untuk mengendalikan karhutla haingga akhir Agustus nanti, lanjut Fachrori Umar, Pemprov Jambi, Polda Jambi, Korem 042/Gapu Jambi, BPBD dan Satgas karhutla Provinsi Jambi akan melaksanakan apel siaga darurat pencegahan dan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, Kamis (8/8) di lapangan kampus Universitas Jambi (Unja) Mendalo, Muarojambi. Apel penanggulangan karhutla tersebut dihadiri 1.500 orang, terdiri dari unsur TN, Polri, BPBD Provinsi Jambi, kabupaten/kota, dinas kehutanan, dinas perkebunan, dunia usaha dan masyarakat. 

 



Sumber: Suara Pembaruan