Tak Ada Wacana Bahas Ketua Harian di Kongres PDIP

Tak Ada Wacana Bahas Ketua Harian di Kongres PDIP
(Duduk dari kiri), Wagub Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Organizing Committee Kongres V yang juga Gubernur Bali, I Wayan Koster, dan Prananda Prabowo, saat hadir di lokasi Kongres V PDIP di Grand Inna Bali Beach Hotel, di Sanur, Denpasar, Bali, Rabu (7/8/2019) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Markus Junianto Sihaloho )
I Nyoman Mardika / JEM Kamis, 8 Agustus 2019 | 08:33 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Wacana agar Kongres V PDIP di Sanur, Denpasar, Bali pada 8-10 Agustus 2019, juga membahas soal penambahan posisi baru dalam struktur organisasi PDIP, yakni posisi ketua harian dan wakil ketua umum, diprediksi bakal gagal atau tak bisa terwujud. Sebab, keinginan tersebut dinilai tak sesuai dengan ketentuan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) PDIP yang mengatur tentang hak preogratif ketua umum partai itu. Megawati Soekarnoputri sendiri dipastikan akan kembali ditetapkan sebagai ketua umum partai itu untuk periode mendatang.

Sejumlah pengurus partai itu yang dikonfirmasi Suara Pembaruan secara terpisah mengatakan bahwa tidak akan ada agenda membahas posisi penambahan jabatan ketua harian dan wakil ketua umum dalam struktur organisasi PDIP.

Wacana tentang jabatan ketua harian dan wakil ketua umum perlu ditambahkan dalam struktur organisasi PDIP, hangat dibicarakan di internal pengurus partai jelang kongres yang direncanakan dibuka Presiden Joko Widodo, hari ini. Dua anak Megawati Soekarnoputi yakni Puan Maharani dan Prananda Prabowo, disebut-sebut sebagai yang paling tepat menempati kedua jabatan itu untuk mendukung kerja Megawati.

“Setahu saya Ibu Megawati tidak pernah ngomong soal ketua harian dan wakil ketua umum untuk dibahas di kongres. Saya kira hal itu wajar saja karena kan Ibu (Megawati) yang punya hak preogratif selaku ketua umum partai. kalau ibu ditetapkan lagi sebagai ketua umum. Kalaupun nanti Ibu perlu orang menggantikan posisinya kan terserah Ibu Mega yang punya hak prerogatif,” kata Puspayoga, tokoh PDIP yang dikenal sangat dekat dengan Megawati dalam perbincangannya dengan SP, Rabu (7/8/2019) malam.

Puspayoga yang sudah hadir di Bali mendampingi Megawati mengatakan, berharap kongres berjalan lancar dan seluruh agenda partai dapat dibahas tuntas.

“Memang kami mendengar kalau kongres ini agendanya fokus penetapan memilih kembali Ibu Megawati sebagai ketua umum DPP PDIP. Kalau hal itu sudah menjadi putusan partai tentu harus diterima,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster. "Tidak ada pengurus harian, tidak ada wakil ketua umum," kata Koster yang juga Gubernur Bali ini seusai menghadiri Sidang Paripurna DPRD Bali, Denpasar, Senin (5/8/2019) lalu.

Koster berharap dalam kongres nanti tidak membahas perubahan struktur kepengurusan di DPP PDIP. Hanya saja, ia tidak mau membeberkan alasan dirinya menolak wacana posisi ketua harian tersebut. "Struktur DPP seperti yang ada sekarang," tandasnya.

Agenda Kongres V PDIP yang berlangsung mulai tanggal 8-10 Agustus 2019 sudah beredar di kalangan wartawan. Dalam agenda itu, tidak ada mencantumkan pembahasan jabatan ketua harian maupun wakil ketua umum. Tapi salah satu agenda yang tercantum dalam jadwal kongres adalah penetapan ketua umum DPP PDIP dan pengambilan sumpah ketua umum terpilih yang dijadwalkan pada pukul 21.00 Wita, Kamis (8/8/2019) malam.



Sumber: Suara Pembaruan