Aristan dan Alhabib Ali Aljufri Sepakat Bangun Kota Religius dan Toleran

Aristan dan Alhabib Ali Aljufri Sepakat Bangun Kota Religius dan Toleran
Bakal Calon Wali Kota Palu, Aristan (kiri) dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Alhabib Sayyid Ali bin Muhammad AlJufri (kanan), dalam pertemuan Rabu, 7 Agustus 2019, sepakat menjadikan Kota Palu sebagai kota religius dan toleran. ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Jumat, 9 Agustus 2019 | 14:50 WIB

Palu, Beritasatu.com - Bakal Calon Wali Kota Palu, Aristan dan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Alkhairaat, Alhabib Sayyid Ali bin Muhammad AlJufri, sepakat menjadikan Kota Palu sebagai kota religius dan toleran.

Kesepakatan keduanya dicapai saat Aristan melakukan silaturahmi dengan tokoh salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia Timur itu di Palu Rabu (7/8/2019).

Dalam pertemuan ini Aristan menggagas tentang Kota Palu sebagai kota dengan warga yang religius dan toleran. “Warga Palu mesti menjadi warga yang religius dan mengedepankan toleransi antar penganut agama,” urai Aristan kepada Suara Pembaruan, Jumat (9/8/2019).

Alhabib Ali menyambut hangat gagasan tersebut. Ia menyatakan bahwa gagasan tersebut sejalan dengan cita-cita Alkhairaat. “Ide tentang toleransi itu sesuai dengan ajaran Islam yang dipraktikkan sejak lama oleh Alkhairaat,” tegas Alhabib Ali.

Untuk itu, Alhabib Ali menambahkan bahwa pemimpin pemerintahan harus mengayomi semua warga tanpa membeda-bedakan latar belakang agama warganya. “Pemimpin mesti berlaku adil bagi semua penganut agama,” jelas Al-Habib Ali, pemimpin perguruan Islam terkemuka itu.

Selain bersilaturahmi dengan Alhabib Ali, Aristan juga menemui Ketua Umum Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sulawesi Tengah, Rudy Wijaya. Dalam pertemuan itu, Aristan mendengar masukan-masukan dari Ketua Umum Perhimpunan INTI Sulawesi Tengah tentang pembangunan Kota Palu. Rudy menjelaskan bahwa INTI merupakan wadah organisasi sosial yang inklusif.

“Selain warga Tionghoa, INTI juga beranggotakan warga non-Tionghoa,” terang Rudy.

Kepada ketua umum INTI , Aristan kembali menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Kota Palu sebagai kota bagi semua warga. Menurutnya, secara sosiologis, warga Palu sangat heterogen, baik dari latar belakang suku bangsa maupun agama.

“Oleh karena itu, pemerintah harus bisa menjamin bahwa heterogenitas tidak akan menimbulkan konflik dengan kekerasan antar sesama warga,” tegas politisi Partai Nasdem itu.



Sumber: Suara Pembaruan