PT Link Net Tbk dan Pemprov Jabar Kerja Sama Siaran West Java Network

PT Link Net Tbk dan Pemprov Jabar Kerja Sama Siaran West Java Network
CEO & President Direktur PT Link Net Tbk, Marlo Budiman (kiri ke kanan), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Kepala BPS Provinsi Jawa Barat, Dody Herlando berbincang-bincang sekaligus berpose selepas menandatangani nota kesepakatan bersama terkait kerja sama keterbukaan informasi publik di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat, 9 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Adi Marsiela )
Adi Marsiela / LES Sabtu, 10 Agustus 2019 | 11:13 WIB

Bandung, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menandatangani kesepakatan bersama dengan PT Link Net Tbk yang terkenal dengan merek First Media, penyedia TV Cable dan Fixed Broadband Cable Internet terkemuka di Indonesia. Kerja sama ini memungkinkan publik mengakses siaran West Java Network milik Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Jawa Barat pada layanan TV Cable First Media di channel 50.

Kesepakatan kerja sama tersebut berlangsung di The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jumat (9/8/2019) malam. Siaran West Java Network merupakan bagian dari strategi PT Link Net Tbk dalam memperkuat channel lokal dan mengembangkan layanan First Media di Jawa Barat. Channel West Java Network yang tayang selama 24 jam ini merupakan TV channel Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) yang menyajikan tayangan alternatif mengenai Jawa Barat dalam format berita, talkshow, feature, variety show, dengan semangat edukasi dan entertainment (edutainment).

Selain itu, PT Link Net Tbk juga mendukung pengembangan Jabar Digital Service, termasuk Aplikasi First Klaz sebagai salah satu program Jabar dengan tujuan untuk meningkatkan digital learning serta meningkatkan akses informasi masyarakat serta mempromosikan pembangunan Jabar.

CEO & Presiden Direktur PT Link Net Tbk, Marlo Budiman mengatakan, pihaknya antusias membantu Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menyosialisasikan dan menginformasikan program-program yang dilakukan secara menyeluruh kepada masyarakat. Saat ini layanan First Media di Bandung Raya sudah mencakup sedikitnya 150.000 pelanggan.

“Ke depannya, kami akan mengembangkan usaha dan jaringan ke kota dan kabupaten lainnya di Jawa Barat, seperti Cirebon, Purwakarta, Tasikmalaya, Cianjur, dan Sukabumi untuk membantu mewujudkan Provinsi Jabar Juara,” ujar Marlo.

Kerja sama ini menjadi perwujudan pemerintah yang dinamis dalam menyukseskan visi Jabar Juara Lahir Batin. Ridwan Kamil mengungkapkan, salah satunya dengan menerapkan Pentahelix atau pendekatan pembangunan berkolaborasi dengan akademisi, swasta, masyarakat, pemerintah, dan media.

Keterbukaan
Sebelumnya, Pemprov Jabar juga menandatangani kesepakatan bersama dengan Badan Pusat Statistik Jabar untuk mewujudkan keterbukaan informasi. Kedua belah pihak sepakat meningkatkan komitmen dan sinergi dalam rangka penyediaan, pengembangan, dan pemanfaatan data serta informasi statistik.

Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat menerjemahkan kerja sama itu dalam program Jabar Open Data yang bisa diakses lewat laman data.jabarprov.go.id. Peluncuran laman itu menandai kesiapan pemerintah daerah dalam menyediakan data terbuka bagi publik yang bisa diakses dengan bebas dan mudah. Hal ini bakal menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi digital yang memanfaatkan data dan teknologi.

Platform tersebut menyediakan berbagai data set dari perangkat daerah, instansi vertikal, dan sumber data lainnya. Data itu dikelompokkan berasarkan isu seperti infrastruktur, ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan hidup, pariwisata, dan kebudayaan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setiaji, Jabar Open Data merupakan bentuk komitmen pemerintah provinsi untuk mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan inovatif. “Diharapkan mampu menyediakan data yang akurat, terbuka, dan terintegrasi sebagaimana diamanatkan dalam Perpres 39/2019 tentang Satu Data yang sejalan dengan visi pemerintah provinsi,” kata Setiaji.



Sumber: Suara Pembaruan