Pertamina Optimalkan Pasokan LPG di Jawa Tengah

Pertamina Optimalkan Pasokan LPG di Jawa Tengah
Ilustrasi tabung gas elpiji 3 kg. (Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi)
Stefi Thenu / JAS Sabtu, 10 Agustus 2019 | 12:34 WIB

Semarang, Beritasatu.com - PT Pertamina MOR IV memastikan ketersediaan LPG jelang Iduladha dengan memberikan penambahan fakultatif untuk LPG hingga 9 persen atau setara dengan tambahan 99.971 tabung/hari untuk LPG Subsidi dan 2 persen untuk LPG nonsubsidi di wilayah Jawa Tengah.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region IV, Andar Titi Lestari mengungkapkan, untuk mengantisipasi kenaikan konsumsi LPG, Pertamina akan memberikan extra dropping (pasokan ekstra) di bulan Agustus secara keseluruhan (Brightgas, Elpiji 12 kg dan LPG subsidi 3 kg ) sebesar 9 persen atau setara dengan 3.759 MT dari rata-rata normal 3.454 MT/bulan. Persentase ini dihitung dari kenaikan rata-rata normal harian yaitu 1.068.329 tabung/hari, di wilayah Jateng.

“Khusus untuk LPG 3 kg, rata-rata harian konsumsi untuk Jateng adalah 1.168.200 tabung/hari. Selama Periode Agustus, kami siapkan extra dropping 99.871 tabung/hari atau setara dengan kenaikan 9 persen," ungkap Andar, Sabtu (10/8/2019).

Sebelumnya Pertamina MOR IV juga telah menggelontorkan extra dropping yang dilakukan di beberapa titik di antaranya Kabupaten Semarang sebanyak 24.600 tabung, Kabupaten Bantul 8.400 tabung, Sleman 32.160 tabung, Yogyakarta 17.680 tabung, Grobogan 9.520 tabung, Jepara 8.960 tabung, Kudus 7.840 tabung, Pati 8.960 tabung,  Rembang 3.920 tabung, dan Demak 6.720 tabung.

Untuk elpiji nonsubsidi diperkirakan tidak terjadi peningkatan konsumsi secara berarti. Meski begitu, pihaknya akan tetap menyiagakan untuk menambah stock LPG NPSO (nonsubsidi) sebanyak 2 persen atau menjadi 254 MT dari rata-rata konsumsi normal 249 MT/bulan.

Dijelaskan, ketahanan suplai dan stok LPG di Jawa Tengah telah ditunjang dengan keberadaan, 480 agen dan 41.427 pangkalan serta 830 SPBU yang tersebar di wilayah Jateng sebagai alternatif pilihan masyarakat mendapatkan LPG 3 kg.

“SPBU ini sebagai stabilisator yang kami tugaskan layaknya pangkalan yang juga menjual LPG 3 kg sesuai dengan harga HET yang berlaku yaitu Rp. 15.500, dan mengisi logbook. Sehingga pengguna LPG 3 kg juga tetap menyertakan kartu identitas sebagai data,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen penuh dalam hal pendistribusian sesuai dengan kuota yang telah ditetapkan oleh Pemerintah dan Kami harap masyarakat tidak melakukan panic buying terkait isu yang beredar mengenai kelangkaan LPG. Pertamina selalu mengevaluasi kebutuhan real pengunaan LPG 3 Kg, apabila dirasa kurang Pertamina akan menyuplai LPG 3 kg secukupnya sesuai kebutuhan di wilayah tersebut.

Untuk itu, dukungan penuh dari masyarakat, untuk mengawasi keperuntukan LPG 3 kg untuk rakyat miskin dan para usaha mikro, sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM no 26 Tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian LPG, sangat diperlukan. Apabila terdapat kecurangan di pangkalan dan agen, Pertamina menyediakan layanan contact center Pertamina 135 atau melalui email pcc@pertamina.com.



Sumber: BeritaSatu.com