3 Pelabuhan di Sulteng Segera Diperbaiki

3 Pelabuhan di Sulteng Segera Diperbaiki
Ilustrasi pelabuhan laut. ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / JAS Minggu, 11 Agustus 2019 | 17:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyebutkan tiga pelabuhan, yakni Pelabuhan Pantoloan, Wani, dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng) segera diperbaiki. Hal ini guna mendorong pemulihan infrastruktur di sektor transportasi laut di Sulteng pascamusibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Palu dan sekitarnya pada September 2018.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan, telah disiapkan anggaran sebesar US$ 70 juta untuk membangun dan mengembangkan ketiga pelabuhan tersebut yang berasal dari pinjaman (soft loan) Asian Development Bank (ADB) kepada PT Pelindo IV.

Dikatakan Menhub, pemerintah saat ini bekerja sama dengan ADB untuk membangun fasilitas dan infrastruktur transportasi yang ada di Sulawesi Tengah pascabencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi tahun lalu.

"Kita ada dana kurang lebih US$ 70 juta atau sekitar Rp 900 miliar untuk ketiga pelabuhan ini. Paling besar pasti di Pelabuhan Pantoloan karena akan kita kembangkan suatu dermaga panjangnya lebih dari 100 meter dan juga ada pemulihan fungsi-fungsi alat-alat di sana," kata Menhub.

"Pelabuhan Wani saya lihat kerusakannya lebih parah, jadi mungkin ada sedikit reklamasi dan juga kita memastikan pelabuhan ini berjalan dengan baik karena ini sudah tidak layak dan harus kita bongkar," kata Budi Karya dalam keterangannya, Minggu (11/8/2019).

Menhub mengatakan, pengerjaan pembangunan tiga pelabuhan ini akan dimulai pada tahun 2020. Terkait hal itu, desain pembangunan dan pengembangan tiga pelabuhan ini akan disiapkan langsung oleh ADB. "Tahun ini baru perencanaan dan tahun depan akan mulai bangun, kira-kira butuh tiga tahun untuk membangun," ucap Menhub.

Nantinya akan ada juga penambahan fasilitas kepelabuhanan seperti crane. Hal ini, kata Budi Karya, dilakukan untuk efektivitas proses bongkar muat kontainer di Pelabuhan Pantoloan.



Sumber: Suara Pembaruan