Polisi Disandera OTK di Kabupaten Puncak Papua

Polisi Disandera OTK di Kabupaten Puncak Papua
Ilustrasi penyanderaan ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / YUD Senin, 12 Agustus 2019 | 17:09 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Heidar Anggota Polda Papua berpangkat Brigadir Satu yang tergabung dalam Bantuan Kendali Operasi (BKO), Senin (12/8/2019) siang, menjadi korban penyanderaan sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ketika melintas di kampung Usir Kabupaten Puncak.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut, dimana saat ini kepolisian setempat bersama pemda tengah melakukan upaya negosiasi.

"Iya benar, tadi siang satu anggota kami disandera sekelompok orang yang belum kami ketahui. Namun saat ini Kapolres Puncak Jaya dan Bupati sedang melakukan negosiasi dengan warga di Kampung Usir,"ujarnya saat dikonfermasi di Mapolda Papua, Senin (12/8/2019) sore.

Dijelaskan, kejadian penyanderaan itu terjadi ketika Briptu Heidar rekannya Bripka Alfonso Wakum sedang menjalankan tugasnya sebagai penyidik.

Di tengah perjalanan menggunakan sepeda motor, Heidar berhenti sejenak lantaran dirinya dipanggil oleh seorang warga sekitar yang dikenalnya. Tidak berselang lama, sekelompok warga yang berjumlah 8 orang langsung menyekap dan membawa Heidar.

Sementara rekannya Alfonso yang tidak dapat berbuat apa-apa langsung meninggalkan lokasi kejadian dan melaporkan kejadian tersebut di Pos Polisi di Kago Kabupaten Puncak.

"Keduanya bertugas tanpa membawa senjata. Sehingga saat kejadian keduanya tidak dapat berbuat apa-apa,"ujarnya.

Menurutnya, penyelidikan yang dilakukan kedua anggota ini sudah sesuai prosedur. Mantan Wakapolresta Depok ini pun menyebut penyelidikan tanpa membawa senjata di daerah rawan tidak menjadi persoalan.

“Mereka ini (Heidar dan Alfons) dikenal baik oleh masyarakat sekitar, jadi penyelidikan boleh tanpa membawa senjata, apalagi dalam kondisi situasional,” terangnya saat disinggung apakah ada senjata yang dirampas masyarakat serta prosedur penyelidikan di daerah rawan gangguan kelompok kriminal bersenjata.

Kamal menambahkan saat ini Kapolres Puncak Jayapura AKBP Ari Purwanto dan Bupati Puncak Willem Wandik bersama tokoh masyarakat masih bernegosiasi dengan kelompok masyarakat yang menyandera Briptu Heidar. “Negosiasi masih dilakukan, kami harap anggota dapat segera dibebaskan,” harapnya.



Sumber: Suara Pembaruan