Sempat Disandera, Anggota Polda Papua Ditemukan Tewas

Sempat Disandera, Anggota Polda Papua Ditemukan Tewas
Ilustrasi jenazah ( Foto: Beritasatu.com )
Robert Isidorus / YUD Senin, 12 Agustus 2019 | 18:57 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Briptu Heidar anggota Polda Papua yang sebelumnya dikabarkan disandera orang tidak dikenal (OTK) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak akhirnya ditemukan dengan kondisi tidak bernyawa, Senin (12/8/2019) sore sekitar pukul 17.30 WIT.

Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal ketika di temui di Jayapura, Senin (12/8/2019) malam.

Heidar ditemukan tidak jauh dari lokasi awal penculikan yang dilakukan oleh kelompok yang belum diketahui pasti identitasnya.

"Korban ditemukan tidak jauh dari TKP penculikan dengan kondisi sudah tidak bernyawa sekitar pukul 17.30 WIT," ujarnya.

Saat ini jenazah Heidar telah disemayamkan di Puskesmas Ilaga untuk selanjutnya akan diterbangkan ke Timika.

"Jenazah almarhum sudah dievakuasi dari lokasi kejadian dan saat ini telah berada di Puskesmas setempat, untuk dibersihkan," ujar Kamal.

Berhubung jaringan yang terganggu, Kamal mengungkapkan belum mengetahui pasti luka yang yang dialami Heidar.

"Saya belum tau pasti apakah Briptu Heidar mengalami luka tembak atau luka bacok karena jaringan diatas kurang bagus," kata Kabid Humas.

Ia menjelaskan penculikan dan penyanderaan itu terjadi ketika Heidar bersama rekannya Bripka Alfonso Wakum sedang menjalankan tugasnya sebagai penyidik sekitar pukul 11.00 WIT.

Ditengah perjalanan menggunakan sepeda motor, Heidar berhenti sejenak lantaran dipanggil oleh seorang warga sekitar yang dikenalnya. Tidak berselang lama, sekelompok warga yang berjumlah 8 orang langsung menyekap dan membawa Heidar.

Sementara Alfonso yang tidak dapat berbuat apa-apa langsung meninggalkan lokasi kejadian dan melaporkan kejadian tersebut di Pos Polisi di Kago, Kabupaten Puncak.

"Keduanya bertugas tanpa membawa senjata. Sehingga saat kejadian keduanya tidak dapat berbuat apa-apa," tuturnya.

Menurutnya, penyelidikan yang dilakukan kedua anggota ini sudah sesuai prosedur. Mantan Wakapolresta Depok ini pun menyebut penyelidikan tanpa membawa senjata di daerah rawan tidak menjadi persoalan.

“Mereka ini (Heidar dan Alfons) dikenal baik oleh masyarakat sekitar, jadi penyelidikan boleh tanpa membawa senjata, apalagi dalam kondisi situasional,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan