Polda Jambi Amankan 250 Kg Ganja Asal Aceh di Jalintim Sumatera

Polda Jambi Amankan 250 Kg Ganja Asal Aceh di Jalintim Sumatera
Ilustrasi ( Foto: Antara )
Radesman Saragih / JAS Senin, 12 Agustus 2019 | 20:55 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Satuan Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obat Berbahaya (Ditresnarkoba) Polda Jambi berhasil mengamankan sekitar 250 kg ganja kering asal Aceh di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera, perbatasan Jambi-Riau.

Tiga anggota jaringan pengedar narkoba yang membawa ganja tersebut hingga Senin (12/8/2019) masih ditahan dan diperiksa di Polda Jambi. Ketiga tersangka, Subqi (40), Yusra Nurdin (35), keduanya warga Mureu Buengue Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar dan Razal (40), warga Melasa Gedung, Kecamatan Baktia, Kabupaten Aceh Utara.

Dirnarkoba Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Eka Wahyudinata di Jambi, Senin (12/8/2019) menjelaskan, ketiga anggota jaringan pengedar narkoba asal Aceh tersebut berhasil ditangkap setelah terjadi kejar-kejaran antara mobil petugas dengan satu unit mobil jenis Toyota Avanza yang datang dari arah Riau menuju Kota Jambi di Jalintim Sumatera perbatasan Jambi–Riau, Minggu (11/8/2019) sore.

Ketika Satuan Diresnarkoba Polda Jambi menghentikan mobil Avanza yang diduga membawa ganja tersebut, lanjut Eka Wahyudinata, pengemudinya tidak mau berhenti. Bahkan pengemudi mobil tersebut berupaya kabur.

Petugas pun mengejar mobil tersebut hingga tujuh kilometer. Petugas pun dan terpaksa menembak ban mobil tersebut, sehingga mobil tersebut terhenti di Desa Tanjungbojo, Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar).

“Ketika mobil tersebut diperiksa, petugas menemukan tiga karung dan empat kotak kardus berisi ganja. Berat ganja yang dibawa mobil tersebut mencapai 250 kg. Ketiga pengedar narkoba yang berada dalam mobil tersebut pun langsung diamankan,” katanya.

Menurut Eka, berdasarkan keterangan ketiga tersangka, ganja asal Aceh itu hendak dibawa ke Provinsi Lampung. Namun tersangka mengaku tidak mengetahui pengirim ganja tersebut dari Aceh maupun penerimanya di Lampung. Mereka hanya mengaku diupah mengantarkan ganja tersebut.

“Kami masih mengembangkan penangkapan ganja dalam jumlah besar ini. Kemungkinan ada juga anggota jaringan pengedar ganja asal Aceh tersebut di Jambi,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan