PDAM Tanjungjabung Lumpuh, 5.000 Pelanggan Krisis Air Bersih

PDAM Tanjungjabung Lumpuh, 5.000 Pelanggan Krisis Air Bersih
Ilustrasi Air Bersih. ( Foto: Google )
Radesman Saragih / LES Selasa, 13 Agustus 2019 | 12:06 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pengabuan, Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar) akhirnya lumpuh total. Instalasi Pengolahan Air (IPA) perusahaan air minum daerah itu tidak bisa berfungsi karena sumber air dari sungai mengering akibat kemarau. Lumpuhnya PDAM Tirta Pengabuan Tanjabbar mengakibatkan sekitar 5.000 rumah tangga pelanggan perusahaan air minum tersebut krisis air bersih.

“Sudah hampir dua pekan PDAM Tirta Pengabuan tidak bisa mendistribusikan air bersih kepada pelanggan akibat bahan baku air dari sungai mengering. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih pelanggan, kami memasok air menggunakan tiga unit mobil tangki,”kata Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ustayadi Barlian di Kualatungkal, Tanjabbar, Jambi, Selasa (13/8/2019).

Menurut Ustayadi, lumpuhnya operasional PDAM Tirta Pengabuan, Tanjabbar disebabkan keringnya air Sungai Bramitam dan Paritpanting yang selama ini menjadi bahan baku utama air perusahaan air minum setempat.

“Kami tidak bisa memaksakan pengoperasian alat penyedot atai IPA di kedua sungai tersebut. Sebab kalau dipaksakan yang tersedot saat ini hanya lumpur dan hal itu bisa merusak IPA dan jaringan pipa air minum,”ujarnya.

Menurut Ustayadi, pihaknya sudah mengeluarkan surat edaran kepada pelanggan mengenai terhentinya operasional PDAM Tirta Pengabuan sejak Kamis (8/8). Melalui surat edaran tersebut, para pelanggan diharapkan tidak menunggu pasokan air PDAM daerah itu selama musim kemarau panjang ini.

Sementara itu, M Andika (50), warga Kualatungkal Tanjabbar mengatakan, keluarganya terpaksa membeli air kemasan untuk memenuhi kebutuhan air bersih sejak lumpuhnya PDAM Tirta Pengabuan. Pasokan air kepada pelanggan dari tangki air PDAM Tirta Pengabuan tidak bisa diharapkan karena banyaknya pelanggan antre air tangki tersebut.

"Solusi utama mengatasi krisis air bersih saat ini hanya membeli air. Kami membeli air dari pemilik sumur bor untuk memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci. Sedangkan untuk kebutuhan konsumsi, kami membeli air kemasan,”katanya.

Sementara itu Polres Tanjabbar mengerahkan mobil water canon untuk membantu mengatasi krisis air bersih di Kualatungkal, Tanjabbar. Bantuan air bersih kepada warga Kualatungkal tersebut didistribusikan sejak Minggu (11/8).

“Kami sudah memasok sekitar 5.000 liter air bersih menggunakan mobil water canon kepada warga Kualatungkal sejak Minggu. Pemberian bantuan air bersih tersebut akan terus dilanjutkan mengatasi kriris air bersih di Kualatungkal,”kata Kepala Sub Bagian (Kasubag) Humas Polres Tanjabbar, Inspektur Polisi Satu (Iptu) Willemi di Kualatungkal, Tanjabbar, Selasa.



Sumber: Suara Pembaruan