Pilkada Serentak 2020, Tujuh Parpol di Jember Sepakat Usung Calon Bupati

Pilkada Serentak 2020, Tujuh Parpol di Jember Sepakat Usung Calon Bupati
Ilustrasi pilkada. ( Foto: Antara )
Aries Sudiono / JEM Selasa, 13 Agustus 2019 | 13:36 WIB

Jember, Beritasatu.com - Tujuh parpol di Kabupaten Jember, Jatim, menyatakan sikap akan berkoalisi mengusung calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada Serentak 2020 mendatang. Ketujuh parpol yakni Partai Demokrat (PD), PPP, PAN, PKS, Partai Golkar, Partai Berkarya, dan Perindo.

Ketua DPC PPP Jember HM Madini Farouq mengatakan, komunikasi antarketujuh parpol yang sebelumnya sudah membentuk kaukus itu, semakin intens dan ternyata memiliki visi yang sama menginginkan adanya perubahan Jember harus lebih baik dari yang sekarang ini.

Meskin demikian, kata Madini Farouq yang akrab disapa Gus Mamak itu, langkah pembentukan kaukus belum sepenuhnya mengarah pada koalisi tujuh parpol tersebut. “Karena itu masing-masing parpol memiliki slogan masing-masing. Namun, intinya sama yakni adanya perubahan terhadap nasib rakyat Kabupaten Jember,” katanya, Senin (12/8/2019).

Senada Sekretaris DPC PD Jember, Agusta Jaka Purwana mengaku partainya menginginkan adanya perubahan kepemimpinan di Jember karena kepala daerah sekarang ini tidak memiliki tujuan yang jelas. Partainya melihat dengan jelas, seolah-olah semua ingin diraih tetapi tidak ada satupun yang menuai keberhasilan.

“Kami melihat, potensi yang semula ada justru dimatikan oleh kepala daerah sendiri. Sektor ekonomi yang beberapa tahun terakhir bergerak, justru ditopang penuh oleh sektor swasta,” ujar Agusta.

Agusta menjelaskan, Demokrat mendukung penuh gerakan kaukus guna mencari sosok calon bupati yang memiliki kepedulian tinggi dan mau mendengar aspirasi atau keinginan mayoritas rakyatnya dengan memiliki visi kedepan membangun Jember jauh lebih baik dan sejahtera. “Ini yang dibutuhkan rakyat Kabupaten Jember,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua DPD PKS Jember Ahmad Rusdan mengatakan, semua pasti sudah mendengar dan membaca komentar masyarakat baik secara langsung maupun di media sosial tentang kepemimpinan yang sedang berjalan. Menurut dia, mayoritas masyarakat mengeluh kondisi Jember yang tidak menunjukkan adanya perbaikan dan kemajuan sebagaimana dikampanyekan sebelumnya. Menurut Rusdan, saat ini Jember kalah jauh dengan kabupaten tetangga.

“Jangankan dengan Banyuwangi, dengan Bondowoso saja tertinggal,” katanya.

Dalam Pilkada 2015, KPU Jember menetapkan sebanyak 53,76% atau 525.519 suara, bagi kemenangan Faida-A Muqit. Faida, seorang dokter kelahiran 1968 di Malang itu, sebagai bupati Jember pertama perempuan.

Faida sebelumnya dikenal sebagai Direktur Utama RS Bina Sehat, Jember milik ayahnya, (alm) Musytahar Umar Thalib. Ia juga penerima penghargaan Satya Lencana Kebaktian Sosial dari Presiden tahun 2014.