Gerindra Bantah "Penumpang Gelap" Strategi Dapat Jabatan

Gerindra Bantah
Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi Andre Rosiade. ( Foto: Beritasatu TV )
Oktaviana Maria / ANA Selasa, 13 Agustus 2019 | 18:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -  Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Gerindra Andre Rosiade membantah bahwa isu "penumpang gelap" Prabowo Subianto merupakan strategi Gerindra untuk mendapatkan kursi di pemerintahan Jokowi.

Andre menyebut penumpang gelap baru dibuka ke publik karena ada hubungannya dengan beberapa relawan dan pendukung Gerindra yang tersangkut masalah hukum pada Pemilu Presiden 2019 dan saat ini tengah menjalani proses hukum. Andre mengatakan relawan dan pendukung tersebut tidak bersalah dan hanya menjadi korban.

Hal ini dikatakan Andre, karena penumpang gelap yang mengompori untuk mendorong para ulama dan emak-emak agar bentrokan dengan aparat dan memancing kemarahan rakyat.

"Ada relawan-relawan kami yang lagi diproses oleh penegak hukum. Tentu ada yang masuk pengadilan sekarang. Ini kan momen tepat bahwa relawan-relawan ini tidak bersalah, mereka hanya menjadi korban" ujar Andre, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Namun, Andre enggan menyebut nama penumpang gelap yang dimaksud.

"Tokoh dikenal oleh publik Indonesia tapi saya tidak ingin menyebutkan namanya. Biarlah aparat penegak hukum yang bekerja" kata Andre.

Lihat Video:



Sumber: BeritaSatu TV