Komandan Dandenpom IX/3 Denpasar: Narkoba Harus Dibasmi ke Akarnya

Komandan Dandenpom IX/3 Denpasar: Narkoba Harus Dibasmi ke Akarnya
Ilustrasi razia narkoba di tempat hiburan malam. ( Foto: Antara )
Hendro D Situmorang / LES Selasa, 13 Agustus 2019 | 20:29 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Petugas keamanan akan terus mengejar pengedar narkotika di berbagai tempat. Hal itu itu diakui Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) IX/3 Denpasar, Letkol CPM Harjono Pamungkas Putro. Ia tidak dapat melupakan kenangan setahun lalu. Ketika itu, dia mengerahkan puluhan personel gabungan PM Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Propam Polda Bali, BNNP Bali, Satpol PP Kota Denpasar dan Badung serta petugas Imigrasi Kelas I Denpasar.

Tujuan dikerahkannya kekuatan lengkap ini adalah merazia tempat hiburan pada Sabtu-Minggu (11-12/8/2018). Hasilnya, mereka menangkap empat pengunjung yang positif memakai narkoba serta merampas 107 butir ekstasi di tempat hiburan bernama Deejay Club.

“Melalui Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) untuk menekan pelanggaran personel TNI maupun Polri terutama penyalahgunaan narkoba di tempat hiburan malam, kami razia ke berbagai tempat hiburan di Bali. Hasilnya kami temukan pengunjung memakai narkoba,” jelas Harjono dalam keterangannya Selasa (13/8/2019).

Harjono mengulang kenangan operasi bersandi Waspada Wira Tombak 2018 itu, yakni, ketika menyasar Deejay Cafe di Jalan Kartika Plaza, Kuta sekitar pukul 04.20 WITA.

Pihaknya melihat seorang pengunjung dengan gelagat mencurigakan. Dari pengunjung I Nyoman Dharma (40), petugas menyita 107 butir ekstasi terdiri dari jenis superman 92 butir, omega 9 butir serta mickey mouse 6 butir serta menyita Rp 10 juta yang diduga hasil penjualan narkoba dan sebuah HP.

Petugas melakukan tes urine terhadap pengunjung Deejay Cafe. Hasilnya, tiga orang positif pengguna narkoba yaitu WS (48), JIT (26) serta seorang warga asing, LRF (34).

“Setelah kami razia sekali di Deejay Club, kemudian Deejay Club tutup. Banyak yang bilang, tempat itu ada backing. Bagi kami sebagai aparat, jika menurut peraturan ada yang dilanggar seperti beroperasi lewat jam hingga pukul 07.00 pagi atau sebagai tempat transaksi, maka Deejay Club ditutup,” kenangnya.

Harjono mengingatkan sampai kapanpun narkoba menjadi musuh kita bersama yang harus kita basmi. Menurut dia, untuk menyelamatkan generasi muda bangsa Indonesia, maka narkoba harus diperangi dan dibasmi hingga ke akar-akarnya. Tidak hanya Deejay Cafe, petugas gabungan juga merazia Cafe Bahari. Namun tidak ditemukan narkoba dan pengunjung yang memakai narkoba.

Selanjutnya, petugas ke Mexicola dan Red Ruby yang sama sama berlokasi di Jalan Petitenget Seminyak, Badung. Setelah ditemukan narkoba di Deejay Club yang merupakan milik Harijanto Karjadi, bos Kuta Paradiso itu, tempat hiburan tersebut resmi ditutup.



Sumber: Suara Pembaruan