Diduga Sunat Honor, 7 Pegawai Puskesmas Ditangkap Polda Sumut

Diduga Sunat Honor, 7 Pegawai Puskesmas Ditangkap Polda Sumut
Kepolisian Daerah Sumatera Utara memeriksa barang bukti usai operasi penangkapan tersangka kasus pemotongan honor puskesmas di Labuhan Batu, 13 Agustus 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / HA Rabu, 14 Agustus 2019 | 01:39 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) bekerjasama dengan Polres Labuhan Batu melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tujuh orang di Puskesmas Parlayuan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhan Batu, Selasa (13/8/2019).

Dalam OTT itu, petugas mengamankan uang sebanyak Rp 188,3 juta dan sejumlah dokumen terkait kasus pemotongan honor dari pegawai maupun staf di Puskesmas Parlayuan. Mereka yang ditangkap langsung diboyong ke Mapolres Labuhan Batu.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja menyampaikan, tujuh orang yang diamankan itu adalah Kepala Puskesmas Parlayuan berinisial MHJ (41) warga Jl Olahraga kawasan Rantau Prapat, HM (45) jabatan Bendahara BOK Puskesmas Parlayuan warga Jalan Cemara, gang Akasia, Kelurahan Padang Matinggi, Kabupaten Labuhanbatu.

Kemudian, SUB (33) jabatan Bendahara JKN Puskesmas Parlayuan, warga Desa Tebing Linggahara, Kecamatan Bilah Barat, Kabupaten Labuhanbatu, SD (40) jabatan staf Puskesmas Parlayuan, warga Jalan Pelita I, Aek Paing, Kecamatan Bilah Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

Polisi juga mengamankan NH (42) jabatan Staf Puskesmas Parlayuan, warga Aek Paing Bawah II, Kelurahan Aek Paing, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, NIR (33) jabatan Staf Puskesmas Parlayuan, warga Jalan Sempurna Perumahan Azhara Blok B, Kelurahan Bakaran Batu dan AFN (26) jabatan TKS Puskesmas Parlayuan, warga Jalan Glugur, Gang Cempaka, Kelurahan Silandorung, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu.

"Mereka yang diamankan itu masih menjalani proses pemeriksaan oleh penyidik. Pemeriksaan untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut. Pemotongan honor itu bervariasi karena tergantung dengan uang yang diterima," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan