Polda Jambi Usut Kebakaran Lahan Perusahaan Perkebunan Sawit

Polda Jambi Usut Kebakaran Lahan Perusahaan Perkebunan Sawit
Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan bersama warga masyarakat berupaya memadamkan api yang melalap kebun sawit di Desa Sipinteluk Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin , 29 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / CAH Rabu, 14 Agustus 2019 | 08:01 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Polda Jambi terus mengusut kebakaran lahan yang terjadi di areal perusahaan perkebunan kelapa sawit. Terkait pengusutan kebakaran lahan tersebut, Polda Jambi segera memanggil pihak manajemen dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lahannya terbakar di Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

“Kami akan memeriksa seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit yang lahannya terbakar. Dua perusahaan perkebunan kelapa sawit yang akan segera kami periksa, yakni PT Mas dan PT SNP. Puluhan hektare lahan kedua perusahaan tersebut terbakar di Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi dua pekan terakhir,”kata Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS di Jambi, Selasa (14/8/2019).

Menurut Muchlis AS, penyelidikan kebakaran lahan milik PT Mas dan PT SNP di Muarojambi diarahkan kepada unsur kelalaian perusahaan. Kedua perusahaan diduga lalai mencegah kebakaran di areal mereka, sehingga lahan perusahaan yang terbakar cukup luas.

“Selain itu penyelidikan kebakaran lahan perusahaan juga diarahkan pada adanya unsur kesengajaan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab di luar perusahaan. Pihak manajemen perusahaan dan beberapa orang warga masyarakat yang mengetahui kebakaran lahan kedua perusahaan tersebut segera dimintai keterangan,” katanya.

Dijelaskan, jika perusahaan proaktif mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan di areal dan sekitar areal mereka, kebakaran lahan akan lebih mudah dicegah dan ditanggulangi. Salah satu contoh pemadaman kebakaran lahan gambut sekitar 50 hektare di Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi.

“Keterlibatan perusahaan, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bncana Daerah, Manggala Agni, masyarakat peduli api dan seluruh pemangku kepentingan pada pemadaman kebakaran lahan gambut di Muarojembi berhasil memadamkan kebakaran lahan gambut tersebut,” ujarnya.

Kawasan Tahura

Sementara itu kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Syaifuddin (STS), Desa Senami, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi semakin meluas. Titik api di Tahura STS Batanghari pertama muncul di Desa Senami dan Desa Jangga Baru, Kabupaten Batanghari, Senin (12/8/2019).

“Luas tahura yang terbakar mencapai dua hektare. Namun luas kebakaran tahura tersebut, Selasa (13/8/2019) sudah lebih dua hektare. Kebakaran tahura tersebut cepat meluas karena sulitnya pemadaman,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Batanghari, Parlaungan di Batanghari, Selasa (13/8/2019).

Menurut Parlaungan, pasukan gabungan pemadam kebakaran sudah diterjunkan ke lokasi memadamkan kebakaran hutan di Tahura STS Batanghari itu. Pemdaman dilanjutkan Rabu (14/8) melalui jalur darat. Lokasi kebakaran hanya bisa dijangkau menggunakan sepeda dan jalan kaki. Kendaraan sulit masuk ke lokasi kebakaran.

"Hingga Selasa (13/8), pemadaman kebakaran hutan di Tahura STS Batanghari hanya dilakukan dengan alat sekat bakar untuk mengurangi luas yang terbakar. Pemadaman menggunakan pompa dan semprotan air tidak bisa dilakukan karena sumber air di lokasi tidak ada," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan