KPK Usut Keterlibatan Pejabat Kemtan di Kasus Suap Impor Bawang

KPK Usut Keterlibatan Pejabat Kemtan di Kasus Suap Impor Bawang
Saut Situmorang. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / CAH Rabu, 14 Agustus 2019 | 11:47 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan bakal terus mengusut kasus dugaan suap pengurusan izin impor bawang. Salah satunya dengan mengusut keterlibatan pihak, lain termasuk pejabat Kementerian Pertanian (Kemtan).

“Nanti kalau perannya signifikan dikejar, kan TPPU kalau orangnya sudah meninggal saja kita kejar,” kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Diketahui, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencopot pejabat eselon II, III, dan IV di Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kemtan) yang terkait kebijakan impor bawang putih. Langkah Mentan itu dilakukan menyusul penggeledahan yang dilakukan KPK di Kantor Ditjen Hortikultura Kementan pada Senin (12/8) terkait kasus suap izin impor bawang putih yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDIP, I Nyoman Dhamantra.

Saut menegaskan langkah Kemtan mencopot sejumlah pejabatnya tak menghentikan langkah KPK untuk menjerat para pihak yang terlibat dalam kasus ini. Penyidik bakal menelisik lebih jauh peran setiap pihak yang diduga ikut dalam pusaran rasuah tersebut.

“Memang betulkan peran orang per orang tidak tergantung pada dipecat atau tidaknya, makanya tergantung penyidikan,” tegasnya.
Dari sejumlah lokasi yang telah digeledah tim KPK, termasuk ruang kerja Direktorat Jenderal Hortikultura Kemtan, KPK menyita bukti elektronik dan dokumen-dokumen terkait izin impor bawang disita penyidik dari ruangan tersebut.

Saut menolak berkomentar banyak soal keterlibatan pihak Ditjen Hortikultura dalam kasus ini. Namun, Saut memastikan penggeledahan dilakukan karena ada barang bukti yang dicari penyidik.

“Saya belum tahu apa temuannya, tujuan tindaklajut OTT yang kemerin pasti ada keterkaitan,” katanya.

Diketahui, I Nyoman Dhamantra diduga telah menerima suap sebesar Rp2 miliar dari total komitmen fee sebesar Rp3,6 miliar untuk pengurusan izin impor 20.000 ton bawang putih yang akan masuk ke Indonesia. Suap tersebut berasal dari pengusaha Chandry Suanda atau Afung pemilik PT Cahaya Sakti Agro. Dalam melancarkan aksinya, Afung melalui tersangka lainnya, Doddy Wahyudi mentransfer uang menggunakan money changer Indocev milik Dhamantra.

Pemulusan suap untuk pengurusan izin impor bawang putih tersebut dibantu oleh Doddy Wahyudi, Zulfikar, Elviyanto, dan Mirawati. Keempatnya mempunyai peran masing-masing dalam memuluskan suap izin impor bawang putih ke Indonesia ini.



Sumber: Suara Pembaruan