Layanan Teknologi BPPT Bantu Industri Temukan Inovasi

Layanan Teknologi BPPT Bantu Industri Temukan Inovasi
BPPT mengandeng PT Kapsulindo Nusantara mengembangkan cangkang kapsul dari rumput laut. ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyati Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / JAS Rabu, 14 Agustus 2019 | 14:43 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pusat Pelayanan Teknologi (Pusyantek) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengaku siap memberikan layanan teknologi bagi industri yang berniat melakukan riset dan pengembangan.

Pusyantek pun mendorong industri untuk meningkatkan daya saingnya lewat riset dan pengembangan itu hingga ke arah komersialisasi. Apalagi saat ini pemerintah sudah menerapkan insentif pengurangan pajak (tax deduction) hingga 300 persen bagi industri yang melakukan riset dan pengembangan.

Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan, Pusyantek menjadi intermediator berbagai teknologi yang BPPT teliti dan kembangkan dan mendorong komersialisasi inovasi dan layanan teknologi.

"Bagi industri yang butuh riset dan pengembangan, Pusyantek bisa membuka jalan. Misalnya industri buruh riset dan bahan pangan, Pusyantek akan menghubungkannya dengan laboratorium bioteknologi," katanya di sela-sela business gathering BPPT di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Pusyantek lanjut Hammam adalah salah satu unit kerja BPPT yang berperan sebagai pintu gerbang kerja sama pelayanan teknologi dan komersialisasi produk inovasi BPPT kepada industri, BUMN, pemerintah atau masyarakat.

"Pusyantek membuka jalan bagi industri yang membutuhkan hasil riset," ucapnya.

Kepala Pusyantek BPPT Yenni Bakhtiar mengungkapkan, Pusyantek menjadi corong inovasi teknologi BPPT untuk disampaikan kepada masyarakat.

"Visi Pusyantek menjadi penyedia layanan komersialisasi produk dan jasa teknologi yang inovatif dan terpercaya," ucapnya.

Tahun lalu, pemasukan negara bukan pajak (PNBP) yang dihasilkan Pusyantek melampui target. Yenni menjelaskan dari target PNBP Rp 62 miliar di tahun 2018, dapat tercapai Rp 129 miliar. Sedangkan di tahun 2019 target PNBP Rp 62 miliar dan hingga awal Agustus 2019 sudah mencapai Rp 100 miliar.

Dalam business gathering 2019, Pusyantek menggali tema teknologi dan daya saing bangsa di bidang teknologi elektronika, transportasi dan manufaktur.

"Pemilihan tema ini terkait dari banyaknya pemanfaatan teknologi di bidang tersebut," ujarnya.

Saat ini Pusyantek melakukan layanan teknologi untuk uji kelayakan pelabuhan Tanjung Ular di Pulau Bangka, desain kapal, sistem navigasi otomatis kapal lebih dari 35 gross ton, teknologi kartu cerdas, sistem peringatan dini bencana untuk TV digital, dan diagnosis tenaga medis dari jarak jauh (telemedicine).

Sementara itu, untuk teknologi yang sudah komersial di antaranya radar ADSB untuk keselamatan penerbangan yang sudah dipakai di delapan bandara di Papua.



Sumber: Suara Pembaruan