Bowo Sidik Juga Didakwa Terima Suap dari Dirut PT Ardila Insan Sejahtera

Bowo Sidik Juga Didakwa Terima Suap dari Dirut PT Ardila Insan Sejahtera
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, 28 Maret 2019. ( Foto: ANTARA )
Fana Suparman / FMB Rabu, 14 Agustus 2019 | 17:41 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar, Bowo Sidik Pangarso tak hanya didakwa menerima suap sebesar USD 163.733 dan Rp 311 juta dari Direktur PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Taufik Agustono dan anak buahnya yang merupakan Manager Marketing PT HTK, Asty Winasty. Jaksa KPK juga mendakwa Bowo telah menerima suap sebesar Rp300 juta dari Direktur Utama (Dirut) PT Ardila Insan Sejahtera, Lamidi Jimat.

"Terdakwa menerima juga uang sejumlah Rp 300 juta dari Lamidi‎ Jimat," kata Jaksa KPK, Kiki Ahmad Yani saat membacakan surat dakwaan Bowo Sidik Pangarso di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Uang sebesar Rp300 juta tersebut diduga merupakan suap atau kompensasi untuk Bowo Sidik Pangarso karena telah membantu PT Ardila Insan Sejahtera (AIS) menagih utang PT Jakarta Lloyd sebesar Rp 2 miliar. Tak hanya itu, pemberian uang tersebut juga diduga bertujuan memuluskan PT A‎IS mendapatkan pekerjaan penyediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Marine Fuel Olil (MFO) untuk kapal-kapal PT Djakarta Lloyd. Bowo menerima suap sebesar Rp300 juta secara bertahap.

"Setelah PT Ardila Insan Sejahtera mendapatkan beberapa kali pekerjaan penyediaan BBM jenis MFO (Marine Fuel Oil) untuk kapal-kapal PT Djakarta Lloyd, maka selanjutnya Terdakwa (Bowo Sidik) menerima uang secara bertahap dari Lamidi Jimat," kata Jaksa.



Sumber: Suara Pembaruan