PMKRI: Segera Buat Aturan Operasional Kelompok Cipayung Bisa Masuk Kampus

PMKRI: Segera Buat Aturan Operasional Kelompok Cipayung Bisa Masuk Kampus
PMKRI temui Oesman Sapta Odang bahas persoalan bangsa.
Robertus Wardi / WM Rabu, 14 Agustus 2019 | 21:17 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Indonesia (PMKRI) Juventus Prima Yoris Kago mengemukakan, fenomena radikalisme yang terjadi saat ini karena memudarnya semangat dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa. Hal itu karena banyak masyarakat yang tidak ada lagi kesadaran sebagai sebuah bangsa.

"Ini perlu diperhatikan secara serius oleh pemerintah," kata Juventus, kepada SP, di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Ia menjelaskan,‎ dalam situasi seperti sekarang ini, dimana ideologi Pancasila terus tergerus, pemerintah harus membuat kebijakan yang tegas dan komprehensif untuk merevitalisasi kembali nilai-nilai Pancasila. Kebijakan tersebut harus membumi dan menarik untuk dunia kampus.

"Angka radikalisme semakin menguat karena menjangkit ke kampus-kampus. Pemerintah harus bisa metode yang jitu untuk melawannya," ujar Juventus.

Dia menyarankan Pancasila harus divisualisasikan dengan mengikuti trend zaman. Metode penanaman nilai-nilainya tidak lagi dengan sistem menghafal atau dalam bentuk workshop, seminar dan lokakarya.

"Harus nyata dalam action dan pemerintah harus jadi corongnya," tegas Juventus.

Dia menegaskan, saat ini sudah ada Peraturan Menteri (Pemen) terbaru Nomor 55 Tahun 2018 yang dkeluarkan Menteri Ristekdikti. Permen itu berawal dari inisiatif kelompok Cipayung. Hanya saja sampai sekarang belum ada aturan operasional sehingga menyulitkan kelompok Cipayung masuk ke kampus-kampus.

"PMKRI meminta agar segera dioprasionalkan Permen Ristekdikti tersebut. Itu kunci untuk melawan geliat kelompok radikalis di kampus-kampus," tutur Juventus.

 



Sumber: Suara Pembaruan