IPSB Prihatin Halalbihalal Pemkot Banjarbaru Hadirkan Kelompok LGBT

IPSB Prihatin Halalbihalal Pemkot Banjarbaru Hadirkan Kelompok LGBT
Ikatan Pemuda Santri Banjarbaru Kalimantan Selatan memprotes dan merasa prihatin atas beredarnya foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru bersama para waria di acara halabihalal Hari Raya Idul Adha yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Senin (12/8/2019). ( Foto: Istimewa )
Rully Satriadi / RSAT Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:12 WIB

Banjarbaru, Beritasatu.com - Ketua Ikatan Pemuda Santri Banjarbaru (IPSB) Kalimantan Selatan, Rahmat Riza  prihatin atas beredarnya foto Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru bersama para waria di acara halalbihalal Hari Raya Idul Adha yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Senin (12/8/2019).

IPSB mempertanyakan model acara yang mengundang waria atau kelompok transgender di kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1440 H, sekaligus menyambut Hari Kemerdekaan ke-74 RI.

“Kami heran dan tidak habis pikir apa maksud Pemkot Banjarbaru membuat acara tersebut dengan mengundang para waria,” ujar  Rahmat Riza, Kamis (15/8/12).

Menurut Rahmat Riza bentuk acara serta undangan Pemkot tidak mencerminkan kebiasaan dan kondisi masyarakat Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang mayoritas muslim dan dikenal sangat religius.

Riza mempertanyakan kepantasan dan relevansi mengundang para waria yang diundang bukan saja berjoged bersama dengan para petugas kebersihan, tetapi juga foto dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru beserta jajaran pimpinan Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru.

Riza meminta di hari yang suci seperti Hari Raya Idul Adha seharusnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru memberikan contoh dan teladan yang baik kepada warga Banjarbaru, dan membuat acara-acara yang mengedepankan kepedulian kepada rakyat atau pegawai dinas kebersihan yang masih banyak yang miskin di Kota Banjarbaru daripada membuat acara dangdutan yang tidak jelas maksud dan tujuannya.

“Akan lebih baik misalnya pak Nadjmi Adhani dan pak Darmawan Jaya Setiawan (Wali Kota dan Wakil Wali Kota Banjarbaru-Red) membuat acara yang bermanfaat untuk masyarakat di sini ketimbang membuat acara hura-hura yang tidak jelas, apalagi mengundang para waria yang merupakan bagian kelompok LGBT. “Itu isu sensitif di sini,” tegas Rahmat Riza.

Riza mempertanyakan foto bersama dan joged para waria di acara itu apakah telah mencerminkan bahwa wali kota bersama jajarannya akan memberikan tempat pada kelompok waria dan LGBT, di tengah masyarakat menentang kelompok itu karena bertentangan dengan syariat.  Wali Kota akan menanggung konsekuensinya kepada masyarakat, karena dapat dipastikan masyarakat menolak berkembangnya LGBT di Banjarbaru.

Menurut Riza, Wali Kota harus peduli terhadap aspirasi masyarakat di bawah dan bersedia serta berlapang dada menerima kritik dari masyarakat. Karena secara umum masyarakat Banjarbaru adalah masyarakat religius dan kuat keislamannya.



Sumber: Suara Pembaruan