Samsudin Jalan Kaki Indramayu-Jakarta demi Beasiswa si Buah Hati

Samsudin Jalan Kaki Indramayu-Jakarta demi Beasiswa si Buah Hati
Samsudin (47) saat beristirahat di Champion Futsal, Kota Bekasi seusai menyantap soto ayam, Rabu (14/8) malam. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Mikael Niman / RSAT Kamis, 15 Agustus 2019 | 11:52 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Demi memperjuangkan pendidikan anaknya, Samsudin (47) rela menempuh perjalanan panjang dari kediamannya di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat menuju Jakarta.

Lebih dari 220 kilometer jarak yang ditempuh berjalan kaki untuk menemui Presiden Joko Widodo di Istana Negara, pada 17 Agustus 2019. Tujuannya cuma satu, ingin meminta beasiswa untuk anak semata wayangnya, Sofia Amelia Suryani (14) kepada Presiden Jokowi, agar dapat mengecap pendidikan jenjang SMP hingga perguruan tinggi.

“Saya berharap, anak saya tidak putus sekolah. Saat ini, ada tunggakan Rp 7 juta ke sekolah,” ujar Samsudin saat beristirahat di Champion Futsal, Bekasi Timur, Kota Bekasi, Rabu (14/8) malam.

Samsudin memulai perjalanan pada Minggu (11/8/2019). Selama perjalanan, ia membawa bendera putih bertuliskan “Membutuhkan Bantuan Beasiswa agar Anak Bisa Tetap Sekolah.”

Samsudin bercerita, putrinya sejak mengecap pendidikan sekolah dasar (SD) selalu meraih juara umum. Saat itu, biaya sekolah putrinya masih dibantu oleh neneknya. Kini, sang nenek sudah tiada. Tak ada lagi yang membantu keluarga membiayai sekolah anaknya. Ibunda Sofia, hanya pegawai swasta yang gajinya tidak mencukupi untuk menyekolahkan hingga perguruan tinggi.

Samsudin sendiri, hanyalah pendongeng keliling yang bermodal wayang-wayangan dari kardus bekas. Penghasilan dari mendongeng tak dapat diandalkan, dan hanya mengandalkan pemberian sukarela penonton. Itupun kalau ada yang berbelas kasihan kepadanya. Tak jarang, kegiatannya mendongeng tak mendapatkan uang sama sekali. “Saya memang tidak memasang tarif atau tiket kepada penonton, sukarela saja,” imbuhnya.

Kepedulian Samsudin terhadap satwa langka Indonesia, membuatnya selalu menyisipi cerita tentang kelesatarian lingkungan, perlindungan satwa langka dalam kegiatan mendongengnya. Bahkan, saat perjalanan kaki Indramayu-Jakarta ini, wayang-wayangan kardus selalu berada di sampingnya. “Ini merupakan salah satu harta yang sangat berharga,” tuturnya.

Sebelum menjadi pendongeng keliling, pria dengan cambang dan kumis lebat ini pernah menjadi guru honorer. Barulah, sejak 2016 lalu ia menggeluti sebagai dalang wayang kardus bekas. Kegiatan mendongeng keliling, telah membawanya berkeliling Indonesia. Tercatat lebih dari 16 provinsi telah didatangi untuk mendongeng tentang penyelamatan satwa langka Indonesia.

Kini, menjelang HUT ke-74 RI, Samsudin ingn “menyelamatkan” masa depan pendidikan anaknya agar dapat berlanjut hingga ke perguruan tinggi. “Saya berharap kepada Presiden Joko Widodo atau siapaun yang peduli dengan pendidikan anak saya, dapat memberikan beasiswa kepada anaknya hingga ke perguruan tinggi,” pungkasnya.



Sumber: Suara Pembaruan