Irigasi Rusak, Sawah Petani di Bengkulu Selatan Tak Bisa Ditanami Padi

Irigasi Rusak, Sawah Petani di Bengkulu Selatan Tak Bisa Ditanami Padi
Ilustrasi sawah kering. ( Foto: ANTARA FOTO / Destyan Sujarwoko )
Usmin / JEM Kamis, 15 Agustus 2019 | 12:09 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com -  Areal persawahan petani di Kecamatan Kedurang, Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu, saat ini tidak dapat tanami padi karena jaringan irigasi sehingga air tidak bisa mengalir ke sawah masyarakat. Areal sawah yang tak bisa berproduksi itu diperkirakan lebih dari 1.000 hektare.

"Kami minta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bengkulu segera memperbaiki irigasi yang rusak di Desa Pala Siring, sehingga air dapat dialirkan ke sawah petani. Kamis sekarang resah ribuan hektare sawah petani tida dapat ditanami padi karena kekeringan," kata Hamsyah (45), petani setempat, di Bengkulu, Rabu (14/8/2019).

Dijelaskan, jika kerusakan irigasi di Desa Palak Sering, tidak segera dilakukan dalam waktu dekat dapat dipastikan petani tidak bisa menamam padi karena sawah mengalami kekeringan.

"Petani sudah bergotong royong memperbaiki saluran irigasi yang rusak tapi tetap saja air tidak mengalir dengan lancar ke sawah. Saat ini, petani tengah membutuhkan air banyak untuk menggarap sawah," ujarnya.

Sumber air untuk mengairi sawah petani di Kecamatan Kedurang selama ini mengandalkan dari irigasi tersebut. Apalagi sekarang lagi kemarau tidak ada lagi sumber air yang bisa diandalkan selain air irigasi Desa Palak Sering.

"Jadi, kita berharap kerusakan irigasi Palak Sering segera diperbaiki oleh Dinas PU dan Pemkab Bengkulu Selatan. Jika kerusakan irigasi tetap dibiarkan dipastikan petani tidak bisa menanam padi lagi ke depan," ujarnya.

Hal senad diungkapkan Sobirin (44), petani lain. Ia berharap sebelum petani turun ke sawah kerusakan irigasi sudah diperbaiki. Dengan demikian, kebutuhan air para petani di Kecamatan Kedurang akan teratasi meski saat ini tengah musim kemarau.

"Saya dan petani lainnya berharap kerusakan irigasi Palak Siring segera diperbaiki dalam waktu dekat, sehingga pasokan air ke sawah masyarakat kembali lancar seperti semula," ujarnya.

Dengan demikian, meski musim kemarau melanda Bengkulu Selatan, kegiatan penanaman padi di sawah petani tidak terhalang alias terhadap akibat kemarau, sehingga beberapa bulan kedepan petani di daerah melaksanakan panen padi, katanya.

Menanggapi keluhan petani Kedurang tersebut, Bupati Bengkulu Selatan, Gusman Mulyadi mengatakan, kerusakan irigasi Palak Sering di Kecamatan Kedurang akan segera dilakukan perbaikan dalam waktu dekat.

"Kerusakan irigasi Palak Siring segera kita perbaiki dalam waktu dekat. Kontraktor yang akan mengerjakan perbaikan irigasi tersebut, sudah ada dan kontraknya sudah ditandatangani antara Dinas PUPR dan rekanan," ujarnya.

Jika tidak ada kendala, kata Bupati Gusnan pekerjaan perbaikan irigasi Palak Siring sudah dilaksanakan pada akhir Agustus ini. "Kita berharap pekerjaan perbaikan irigasi Palak Siring selesai tepat waktu, sehingga jadwal petani menanam padi tidak tertunda," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan