Polres Labuhan Batu Sita Ribuan Slop Rokok Asal Luar Negeri

Polres Labuhan Batu Sita Ribuan Slop Rokok Asal Luar Negeri
Polres Labuhan Batu menyita ribuan slop rokok Luffman asal luar negeri, yang masuk tanpa dokumen resmi. ( Foto: Suara Pembaruan / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / FMB Kamis, 15 Agustus 2019 | 20:27 WIB

Medan, Beritasatu.com - Kepolisian Resort (Polres) Labuhan Batu mengamankan satu unit truk Colt Diesel BK 9412 CQ bermuatan ribuan slop rokok Luffman asal luar negeri dari kawasan Jl Haji Adam Malik Medan, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Sumatera Utara (Sumut).

"Jumlah rokok yang disita dari dalam truk itu ada sebanyak 80 kotak ukuran besar, atau sekitar 4.000 slop. Barang bukti itu sudah kita serahkan ke Bea Cukai Teluk Nibung, Tanjung Balai," ujar Kapolres Labuhan Batu, AKBP Frido Situmorang, Kamis (15/8/2019).

Kapolres mengatakan, ada dua orang sebagai sopir dan kernet truk yakni, Yusmin (43), warga Jalan KH Agus Salim Lingkungan VIII Teladan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, dan Tedy Lazuardi Syahputra (32), warga Desa Perjuangan Kecamatan Sungai Bale Kabupaten Batubara.

"Kedua orang sopir itu diamankan bersama kendaraan dan muatan yang dibawa, Selasa (13/8/2019) kemarin. Status mereka untuk sementara masih sebagai saksi. Kasus ini masih dalam penyelidikan," katanya.

Menurutnya, setiap orang yang dengan sengaja memasok rokok luar tanpa pita cukai tersebut tidak bisa memperlihatkan dokumen resmi atas barang yang di angkut, dapat disangkakan melanggar Pasal 54 Undang- undang nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Penanganannya oleh instansi terkait.

Kepala Seksi Penindakan dan penyidikan Bea Cukai Teluk Nibung- Tanjung Balai, Daru Anggoro, ketika menerima hasil tangkapan polres labuhanbatu tanpa cukai mengemukakan, pihaknya akan kembali mengembangkan kasus dimaksud.

"Tentunya di dalami terlebih dahulu, biasanya kasus ini menggunakan modus dengan konsep jaringan terputus, kita pelajari, dan akan tindak sesuai undang-undang yang berlaku. Apabila tidak ada juga hasilnya, barang bukti akan kita musnahkan," sebutnya. 



Sumber: Suara Pembaruan