Awali Pidato Kenegaraan, Jokowi Ingatkan Semangat Menyala Para Pejuang

Awali Pidato Kenegaraan, Jokowi Ingatkan Semangat Menyala Para Pejuang
Presiden Joko Widodo (kedua kanan) berjalan bersama Ketua DPR Bambang Soesatyo (ketiga kiri), serta Ketua MPR, Zulkfli Hasan (kanan) setibanya di Ruang Rapat Paripurna, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Presiden Joko Widodo akan mengikuti sidang tahunan dan menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan para anggota DPR. ( Foto: ANTARA FOTO / Puspa Perwitasari )
Robertus Wardi / JAS Jumat, 16 Agustus 2019 | 09:50 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat (16/8/2019). Sidang dipimpin oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan, dihadiri anggota DPR dan DPD RI.

Mengawali pidatonya, Jokowi mengingatkan kembali semangat yang menyala di hati para pejuang kemerdekaan 74 tahun yang lalu. Saat itu, para pejuang memiliki semangat Indonesia adalah rumah besar bersama. Mereka bersatu untuk mencapai satu tujuan, bersatu untuk maju bergerak di jalan perubahan, serta bersatu dengan penuh optimisme menatap masa depan.

“Semangat itulah yang mengantarkan Indonesia menjadi negara yang merdeka, negara yang berdaulat, yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Jokowi dalam pidatonya.

Ia menjelaskan sekarang ini, Indonesia memang menghadapi tantangan yang berbeda. Akan tetapi, semangat itu harus terus menyala di hati seluruh masyarakat Indonesia.

“Kita berada di era ketika dunia berubah dengan sangat cepat, tetapi kita tidak boleh kehilangan bintang penjuru. Kita harus berani menerima era keterbukaan sejagat. Akan tetapi, kita tidak boleh kehilangan persatuan dan persaudaraan. Kita masuk dalam era kompetisi antarnegara yang semakin sengit. Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi,” jelas Jokowi.

Dia menegaskan check and balances antarlembaga negara sangat penting, tetapi harus berada dalam bingkai yang sama yaitu menuju Indonesia Maju. Pencapaian menuju visi besar itu harus dipercepat. Caranya dengan meninggalkan cara-cara lama dan beradaptasi dengan cara-cara baru. Dibutuhkan terobosan-terobosan baru untuk menjawab harapan rakyat yang makin meningkat.

“Kita butuh lompatan-lompatan kemajuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kecintaan rakyat. Kita butuh karya-karya nyata agar Lembaga-Lembaga Negara menjadi institusi yang kuat dan berwibawa,” tegas Jokowi.

Dia menambahkan untuk menjadi negara kuat, tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Ego lembaga harus diruntuhkan, sehingga karya-karya baru dapat diciptakan bersama-sama. Ego sektoral yang terkotak-kotak sudah tidak relevan lagi dan harus ditinggalkan. Kolaborasi dan sinergi antarlembaga harus ditingkatkan.



Sumber: Suara Pembaruan