Kekeringan, Ratusan Hektare Tanaman Padi Bengkulu Terancam Puso

Kekeringan, Ratusan Hektare Tanaman Padi Bengkulu Terancam Puso
Ilstrasi sawah yang mengalami kekeringan ( Foto: Antara/Adeng Bustomi )
Usmin / JAS Jumat, 16 Agustus 2019 | 13:04 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Ratusan hektare tanaman padi berusia muda di Kota Bengkulu, terancam gagal panen atau puso karena tak mendapatkan pasokan air yang cukup dari irigasi. Debit air berkurang akibat musim kemarau melanda daerah ini.

Dari pantuan Suara Pembaruan di lapangan, Kamis (15/8/2019), tanaman padi petani di Kota Bengkulu, yang terancam kekeringan itu, antara lain berlokasi di Kelurahan Semarang, Surabaya, dan beberapa tempat lainnya.

Petani pemilik sawah yang ada di daerah tersebut, selama ini mengandalkan air dari irigasi setempat untuk menyirami tanaman padinya. Namun, sejak satu bulan lebih hujan tidak turun di Kota Bengkulu, debit air irigasi menyusut.

Dengan demikian, pasakan air irigasi ke sawah petani tidak normal. "Saya khawatir jika hujan tidak turun dalam waktu dekat, tanaman padi kami akan mati karena kurang mendapatkan pasokan air," kata Hasbullah (46), petani setempat.

Ia mengatakan, sudah satu bulan lebih  hujan tidak turun di Kota Bengkulu, menyebabkan debit air irigasi setempat menyusut drastis. Akibatnya, pasokan air ke sawah petani tidak berjalan normal lagi.

"Saya berharap hujan segera turun di Bengkulu, dalam waktu dekat sehingga debit air irigasi kembali normal dan pasokan air ke sawah kembali berjalan lancar. Sekarang tanaman padi kami masih normal, tapi jika hujan tidak turun dua pekan lagi dipastikan padi akan menguning," ujar Syahrun, petani lainnya.

Tanaman padi petani sebagian besar baru berusia 1,5 bulan dan tanaman tersebut, sangat membutuhkan air yang cukup agar dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, petani berharap hujan segera turun dalam waktu dekat.

Dengan demikian, jika hujan turun selain debit air irigasi kembali normal juga tanaman padi mendapat siraman air hujan, sehingga padi yang tadinya agak kuning karena kurang air akan berubah menjadi segar lagi.

Dengan begitu tanaman padi petani di beberapa kelurahan di Kota Bengkulu, akan terhindari dari ancaman gagal panen dan petani tidak jadi mengalami kerugian besar.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Ricky Gunarwan, jika petani di Kota Bengkulu, kesulitan mendapatkan air untuk menyirami tanaman padi pihaknya siap memberikan bantuan pompa air.

"Kalau memang sawah di Kota Bengkulu, mulai kekeringan akibat kemarau kita siap membatu mesin pompa agar petani dapat mengalirkan air ke sawahnya secara teratur, sehingga tanaman padi mereka terhindar dari ancaman gagal panen," ujarnya.

Dinas TPHP Bengkulu, saat ini terus memantau kondisi sawah petani di sejumlah daerah, menyusul musim kemarau melanda daerah ini. Hal ini dilakukan jika ada sawah petani mulai kekeringan akan dilakukan antisipasi dengan menyalurkan bantuan pompa air.

Selain itu, pihaknya menginstruksi petani menggunakan air yang ada di embung untuk menyiramai tanaman padinya agar tidak kekeringan dan gagal panen pada musim kemarau sekarang.



Sumber: Suara Pembaruan