Jokowi Sebut Pentingnya Hiliriasi untuk Kurangi Impor

Jokowi Sebut Pentingnya Hiliriasi untuk Kurangi Impor
Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Bersama DPR DPD RI 2019, di Jakarta, Jumat (16/8/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Triyan Pangastuti / JAS Jumat, 16 Agustus 2019 | 13:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut pemerintah tengah fokus membangun hilirisasi industri guna mengurangi impor energi. Hal ini sudah diimplementasikan melalui pembangunan industri pengolahan bauksit sehingga impor alumina tidak perlu dilakukan.

Langkah ini juga diharapkan dapat memperbaiki neraca perdagangan guna menyehatkan postur perekonomian Indonesia. Melalui pembangunan hilirisasi industri batu bara menjadi dimethyl ether, Indonesia bisa mengurangi impor liquified petroleum gas (LPG).

“Kalau kita melakukan hilirisasi industri kita pasti bisa melompat lagi. Kita bangun industri pengolahan bauksit sehingga impor alumina tidak perlu dilakukan. Melalui pembangunan DME, kita bisa mengurangi impor jutaan ton LPG setiap tahunnya. Kita bangun hilirisasi industri nikel menjadi ferro nikel sehingga nilai tambah nikel kita akan meningkat empat kali lipat.” tegas Jokowi, dalam Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-74 Kemerdekaan RI Tahun 2019 pada Sidang Bersama DPR-RI dan DPD-RI, di Gedung Nusantara, Kompleks MPR-DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8 Agustus 2019.

Menurutnya pengendalian impor harus berani dan dimulai dari sekarang dengan beberapa lompatan kemajuan di antaranya melalui program mandatory pelaksanaan B20. Ini bahkan akan melangkah maju masuk ke B30 yakni campuran solar dengan 30 persen biodiesel.

“Tapi kita bisa lebih dari itu kita bisa membuat B100. Kita sudah memproduksi sendiri avtur hingga tidak impor avtur lagi. Tapi kita bisa lebih dari itu, kita bisa ekspor avtur, kita juga ingin produksi avtur berbahan sawit” tuturnya.

Di samping itu, Jokowi menegaskan telah membuka ruang pengembangan mobil listrik tapi kita ingin lebih dari itu, kita ingin membangun industri mobil listrik sendiri. Ia meyakini bahwa Indonesia memiliki reputasi yang diperhitungkan di dunia internasional.

“Kita harus berani melakukan ekspansi tidak hanya bermain di pasar dalam negeri. Produk-produk kita harus mampu membanjiri pasar regional dan global, itu yang harus kita wujudkan. Pengusaha-pengusaha dan BUMN-BUMN kita harus berani menjadi pemain kelas dunia. Itu yang harus kita lakukan. Sekali lagi kita harus semakin ekspansif, from local to global. Jika kita, kita semua, segera serius berbenah bersama” tuturnya.



Sumber: Suara Pembaruan