Manfaatkan Limbah Baja, Pemda Sulteng dan Pemkab Morowali Diminta Segera Bangun Pabrik Semen

Manfaatkan Limbah Baja, Pemda Sulteng dan Pemkab Morowali Diminta Segera Bangun Pabrik Semen
Ilustrasi pabrik semen Conch. ( Foto: chinadaily.com.cn )
Jeis Montesori / JEM Jumat, 16 Agustus 2019 | 15:20 WIB

Palu, Beritasatu.com - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng) Muhammad Masykur mengusulkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini gubernur bersama bupati Morowali, agar segera mempersiapkan pembangunan pabrik semen di daerah itu.

Usulan pembangunan pabrik semen disampaikan Masykur untuk memanfaatkan limbah baja atau steel slag yang merupakan limbah hasil peleburan baja dan besi bekas. Limbah padat tersebut sudah berton-ton dihasilkan perusahaan tambang di wilayah itu, namun belum bisa dimanfaatkan karena termasuk bahan berbahaya dan beracun sehingga perlu diolah.

Menurut Masykur,  pemerintah daerah harus ambil peran pada bagian ini, sebelum investasi itu jatuh ke pihak lain. "Pemerintah daerah harus dari sekarang menyiapkan tahapannya," kata Masykur.

Caranya, lanjut Masykur, melakukan kerja sama dengan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). "Gubernur dan bupati harus segera duduk bersama membicarakan masalah ini dan mengambil keputusan yang bisa menguntungkan masa depan rakat," katanya.

Masykur mengingatkan bahwa, jika bahan baku slag ini berhasil diubah dari limbah jadi bahan baku semen, hal ini akan menambah satu lagi potensi penerimaan daerah dengan memaksimalkan perusahaan daerah.

Apalagi kata Masykur, pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan akan mendekatkan pasar produk semen dari Sulteng. Akan banyak nilai ekonomi yang bisa diperoleh dari hasil pengolahan limbah slag.

Diketahui, paling kurang 10 juta ton limbah slag menumpuk di areak PT Indonesia Mineral Industrial Park (IMIP) di Morowali.  Limbah slag tersebut  belum bisa dimanfaatkan karena masih dikategorikan sebagai Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).

 

 



Sumber: Suara Pembaruan