Peringati HUT Kemerdekaan RI Ke-74

GPIB Gelar Kegiatan Teruna untuk Bangsa

GPIB Gelar Kegiatan Teruna untuk Bangsa
Ketua Dewan Persekutuan Teruna (DPT) Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB), Luciana Lewerissa-Siahaan (kedua kanan), berfoto bersama Ketua Majelis Sinode GPIB, Pdt. Paulus Karisso Rumambi (ketiga kanan), dalam salah satu kegiatan DPT GPIB. (Foto: Jeany Arylien Aipassa)
Jeany Aipassa / EAS Jumat, 16 Agustus 2019 | 19:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) menggelar kegiatan bertajuk "Teruna untuk Bangsa” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-74.

Kegiatan "Teruna untuk Bangsa" yang diselenggarakan GPIB melalui unit misioner Dewan Persekutuan Teruna (DPT) itu, berlangsung selama tiga hari, yakni 16-18 Agustus 2019, di Pondok Remaja PGI, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

“Kegiatan tersebut bertujuan mendorong teruna (remaja, Red) GPIB agar meneladani para tokoh dalam Alkitab, yang tidak hanya memiliki kedekatan dengan Tuhan (spiritualitas, Red), tetapi juga mampu memberi dampak positif bagi bangsa,” kata Ketua DPT GPIB, Luciana Lewerissa-Siahaan, kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (16/8/2019).

Menurut dia, kegiatan tersebut merupakan bagian dari Pembinaan Warga Gereja (PWG) untuk mempersiapkan dan melengkapi warga gereja, dalam hal ini teruna, agar dapat ikut berperan serta dalam pelayanan dan kesaksian di tengah masyarakat.

Selama tiga hari, para peserta yang terdiri dari teruna dan pelayan (guru dan pengurus) pada Pelayanan Kategorial Persekutuan Teruna (Pelkat PT) GPIB, akan mengikuti rangkaian kegiatan, antara lain upacara bendera menggunakan pakaian adat/nusantara, pembinaan dalam bentuk "kapita selekta", workshop, kelas motivasi, dan ditutup dengan diskusi panel bertajuk "Teruna untuk Bangsa" pada Minggu (18/8/2019).

Melalui kegiatan ini, diharapkan teruna dan pelayan Pelkat PT memiliki pemahaman yang benar tentang bagaimana spiritualitas Kristen harus memberi dampak positif bagi bangsa dan negara, serta mengaplikasikannya dalam kehidupan sehati-hari sesuai peran masing-masing.

"Kami berharap peserta teruna mampu mengembangkan potensi dan talenta mereka, dan peserta pelayan Pelkat PT dapat mendidik dan mendorong teruna untuk memahami dan aktif melakukan peran mereka sebagai generasi muda gereja dan bangsa,” kata Luciana, yang akrab disamap Luci tersebut.

Nasionalisme
Dia menjelaskan, Dewan PT tertarik menggelar kegiatan tersebut, karena ingin memotivasi teruna dan pelayan Pelkat PT GPIB meneladani tokoh-tokoh dalam Alkitab, yang memiliki karakter dan contoh positif, baik dalam spiritualitas (cinta Tuhan) maupun nasionalisme (cinta bangsa, saudara sebangsa).

Terkait dengan itu, kelas "kapita selekta" yang dapat diikuti teruna akan mengupas empat tokoh Alkitab, yakni Yusuf, Nehemia, Daniel dan Timotius. Sedangkan untuk pelayan Pelkat PT ada dua kelas “kapita selekta” yang mengupas dua tokoh Alkitab, yakni Gamaliel dan Paulus.

"Para tokoh Alkitab ini mungkin kalah populer dari tokoh pahlawan Marvel seperti Captain Amerika, Iron Man, Hulk, Thor, atau Black Panther di kalangan generasi muda, termasuk teruna gereja. Tapi mereka bukan tokoh imajiner dan peran mereka tercatat dalam sejarah dan Alkitab yang nilai-nilainya kontekstual hingga saat ini," ujar Luci.

Dia menambahkan, tujuan lain yang ingin dicapai adalah menumbuhkan nasionalisme di kalangan teruna GPIB, agar tidak tumbuh sebagai generasi yang ekslusif dan fanatik terhadap agamanya, sehingga mengabaikan rasa cinta sesama, dalam hal ini saudara sebangsa dan setanah air.

Hal itu, terkait dengan perkembangan politik identitas yang menonjol dalam penyelenggaraan pemilihan kepala daerah dan pemilihan umum, sehingga mendorong fanatisme agama bahkan tindakan rasis dan ajaran radikal yang mendiskreditkan pemeluk agama lain.

"Kami ingin generasi muda gereja di Pelkat PT menyadari bahwa lewat karakter positif para tokoh Alkitab yang mereka pelajari dalam kegiatan ini, mereka dapat menjadi pribadi yang memberi dampak positif terhadap sesama dan memberi kontribusi yang baik untuk masa depan bangsa," kata Luci.



Sumber: Suara Pembaruan