HUT Ke-74 RI

PDIP Tugaskan Ahok dan Djarot Tingkatkan Kualitas Hidup Kader

PDIP Tugaskan Ahok dan Djarot Tingkatkan Kualitas Hidup Kader
Basuki Tjahaja Purnama, Megawati Soekarnoputri, dan Djarot Saiful Hidayat. ( Foto: SP/Joanito de Saojoao )
Markus Junianto Sihaloho / YS Sabtu, 17 Agustus 2019 | 13:03 WIB

Jakarta - Bertepatan dengan momen perayaan HUT Kemerdekaan ke-74 RI, DPP PDI Perjuangan menyatakan komitmennya untuk terus berkarya demi meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari lingkungan partai sendiri.

Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyatakan, pimpinan pusat partai sudah memerintahkan Djarot Saiful Hidayat dan Basuki Tjahaja Purnama untuk meningkatkan kualitas kader partai berlambang banteng moncong putih itu.

"Tadi Pak Ahok dan Pak Djarot bercerita, bukan hanya perjuangan, tetapi bagaimana menyejahterakan kader-kader. Pak Ahok akan bantu pergerakan ekonomi anggota ini. PDIP harus menggembleng dengan ilmu pengetahuan, teknologi, ilmu komunikasi, politik, SDM harus mumpuni. Keterampilan seluruh lini, terutama yang dibutuhkan rakyat, harus kita majukan," kata Hasto saat menjadi inspektur upacara kemerdekaan ke-74 RI di Lapangan Blok S, Jakarta Selatan, Sabtu (17/8/2019).

Upacara kemerdekaan itu diikuti ribuan kader dan simpatisan partai berlangsung khidmat dan meriah. Terlihat warna merah dan hitam warna khas PDIP dominan di lapangan.

Tampak hadir mendampingi Hasto Kristiyanto antara lain Ketua bidang Ideologi dan Kaderisasi Djarot Saiful Hidayat, Ketua bidang Koperasi dan peningkatan Kesejahteraan Rakyat Mindo Sianipar, Ketua bidang Keanggotaan dan Organisasi Sukur Nababan, Ketua Bidang Kesehatan dan Anak Sri Rahayu dan Ketua Bidang Pangan, Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup I Made Urip, serta Ketua Luar Negeri Ahmad Basarah.

Hadir pula Ketua Baguna PDIP Ribka Tjiptaning, Wakil Bendahara Umum Rudianto Tjen, dan Wakil Sekjen Sadarestuwati.

Hasto Kristiyanto juga mengingatkan kepada para kadernya bahwa Indonesia didirikan sebagai bangsa pemimpin. Diingatkannya, Bung Karno menyatakan, sebelum membacakan proklamasi. bahwa kini tiba saatnya bagi kita sebagai bangsa untuk meletakkan nasib tanah air di atas kaki kita sendiri.

"Karena itu, hanya dengan semangat kokohnya, ini jadi inspirasi cita-cita kemerdekaan yang sangat luar biasa," kata Hasto.

Menurut Hasto, semangat Bung Karno itu juga yang membangun tatanan kehidupan bebas dari penjajahan secara global. Bilang Karno juga yang kerap mengampanyekan persaudaraan dunia dan menentang penjajahan yang tertuang dalam Konferensi Asia.

"Ini adalah tatanan dunia baru bahwa kemerdekaan hak segala bangsa," kata Hasto.

Gerakan Nonblok yang digagas Bung Karno membuktikan bahwa pendiri bangsa itu sudah menciptakan Indonesia sebagai bangsa pemimpin. Bung Karno, kata Hasto, tidak ingin bergabung dengan Blok Barat dan Blok Timur karena keduanya gerakan imperialisme. "Gerakan Nonblok itu bukan di posisi netral, tapi berpihak pada kesetaraan dunia," tegas Hasto.

Oleh karena itu, Hasto meminta para kader PDIP memahami sejarah itu dan menerapkannya dalam sendi-sendi kehidupan. Hasto juga meminta amanah rakyat terhadap kemenangan dua periode PDIP harus dijaga dengan baik.

"Ini semangat bahwa kesinambungan berkelanjutan. Ibu Mega, Presiden Kelima RI kita melewati perjuangan dari arus bawah. Kemudian pemerintahan Bapak Jokowi sebagai kader PDIP. Karena itu, Bu Mega berpesan kemerdekaan harus sadar dengan sejarah," jelas dia.

Upacara peringatan Kemerdekaan RI yang dilaksanakan PDIP berlangsung khidmat. Upacara dibuka dengan pengibaran Bendera Merah Putih dan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta untuk para Pahlawan Kemerdekaan. Saat mengheningkan cipta, paduan suara dipimpin oleh Lita Zein.

Setelah itu, upacara dilanjutkan dengan pembacaan Teks Proklamasi yang dibacakan oleh Chica Koeswoyo dan Pembacaan Teks Pancasila yang dibacakan oleh Tina Toon.

Tampak upacara peringatan kemerdekaan juga menampilkan 'warna warni' kebudayaan dengan kehadiran peserta yang mengenakan pakaian Adat Nusantara dari berbagai provinsi dan daerah di Indonesia.



Sumber: Suara Pembaruan