Para Tokoh Punya Peran Penting dalam Pencegahan Radikalisme

Para Tokoh Punya Peran Penting dalam Pencegahan Radikalisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Suhardi AliusĀ hadir dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (13/6/2019). ( Foto: Suara Pembaruan / Ruht Semiono )
Bernadus Wijayaka / BW Jumat, 16 Agustus 2019 | 22:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Para tokoh, baik itu tokoh agama, masyarakat, intelektual, maupun pemuda harus bisa bersatu dan berperan dalam mencegah beredarnya radikalisme dan terorisme.

Selain itu, para tokoh tersebut juga berperan untuk menciptakan perdamaian jika terjadi gejolak atau perbedaan pilihan dan pandangan di tengah masyarakat. Hal itu karena permasalahan radikalisme dan perbedaan ini menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.

Hal tersebut dikatakan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius pada acara focus group discussion (FGD) mengenai Scenario Planning Workshop on Indonesia yang digelar oleh Gerakan Suluh Kebangsaan, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Jumat (16/8/2019) malam.

Mantan Sekretaris Utama (Sestama) Lemhanas ini merespons positif adanya Gerakan Suluh Kebangsaan tersebut. Hal itu karena bangsa ini membutuhkan suatu gerakan di luar pemerintahan.

“Sehingga BNPT berkepentingan untuk memberikan pengayaan informasi mengenai apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dengan fakta dan data yang lengkap Bagaimana kita bisa memberikan treatment kalau kita tidak bisa mengidentifikasi dan melihat gejala-gejala apa yang terjadi di masyarakat? Tentunya fakta dan data ini nantinya dapat digunakan sebagai data awal untuk menyusun strategi berikutnya,” ucap mantan Kapolda Jawa Barat ini dalam keterangan tertulisnya.

FGD tersebut setidaknya menghadirkan 15 tokoh yang juga pakar pada bidangnya masing-masing termasuk Kepala BNPT. Mereka di antaranya adalah Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Komarudin Hidayat, Cendikiawan Muslim Alwi Shihab, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhamadiyah Haedar Nashir, tokoh Nahdatul Ulama Salahuddin Wahid, pendiri Yayasan Prasasti Perdamaian Noor Huda Ismail, pendidik Najelaa Shihab, Alissa Wahid, Romo Benny Susetyo dan beberapa tokoh lainnya. Mereka diminta memberikan pandangannya untuk merumuskan langkah-langkah terbaik untuk menangkal radikalisme dari sudut pandang segala bidang.



Sumber: Suara Pembaruan