Penyintas Gempa Bumi Palu Semarakkan HUT RI di Tenda Pengungsian

Penyintas Gempa Bumi Palu Semarakkan HUT RI di Tenda Pengungsian
Para pengungsi korban bencana gempa bumi di Bukit Buluri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, mendapat bantuan akanan siap saji dari Relawan Sulteng Bangkit yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, Selasa, 6 November 2018. ( Foto: Humas Pemkab Parigi Moutong )
John Lory / FMB Senin, 19 Agustus 2019 | 10:15 WIB

Palu, Beritasatu.com - Euforia peringatan HUT Ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia sangat terasa di kalangan penyintas korban gempa bumi dan likuefaksi di kawasan pengungsian Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng).

“Meski kami masih tinggal di tenda-tenda pengungsian tapi tidak menyurutkan niat dan semangat kami untuk berpartisipasi merayakan 74 Tahun Kemerdekaan Indonesia,” kata Idrus, salah satu koordinator penyintas di kawasan pengungsian Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Minggu (18/8/2019).

Ratusan penyintas yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian itu antusias mengikuti berbagai macam lomba yang diadakan bekerja sama dengan salah satu lembaga Non Government Organization (NGO) lokal yaitu Child And Support Community.

Idrus mengatakan, berbagai perlombaan yang diadakan di lokasi pengungsian itu bertujuan untuk menghilangkan duka dan kesedihan yang dialami penyintas karena kehilangan rumah, harta benda dan anggota keluarga yang yang menjadi korban bencana dasyat 28 September 2018 silam.

Dia berharap kegiatan-kegiatan memperingati Kemerdekaan RI di kawasan pengungsian korban gempa dan likuefaksi Balaroa itu, dapat menumbuhkan semangat para pengungsi agar kembali dan terus bangkit, tidak terus menerus terselimut dalam duka akibat bencana.

"Kami sangat senang ada lomba 17 Agustusan diadakan di sini, Saya kira bukan hanya saya, tapi pengungsi yang lain juga merasakan kebahagiaan yang sama," ujar Asty, salah seorang penyintas usai mengikuti lomba memecahkan balon.

Project Manager Child and Support Community, Khrisna Aprilia Ma'arif yang juga sebagai panitia lomba mengatakan, rangkaian kegiatan memperingati Kemerdekaan RI di kawasan pengungsian korban gempa dan likuefaksi Balaroa sudah dilaksanakan sejak tiga hari lalu.

"Kegiatan yang kami adakan sejak 15 Agustus meliputi sosialisasi dan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini. Kami juga mengadakan upacara Peringatan 74 Tahun Kemerdekaan RI di sini," ujarnya.

Dia menyebut tujuan dilaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut untuk meningkatkan nasionalisme dan patriotisme para penyintas.

"Jiwa nasionalis dan patriotis para penyintas mulai meredup, buktinya mereka tidak mengadakan lomba memperingati 17 Agustus. Nanti kami memfasilitasi dan mengadakan berbagai kegiatan dan lomba dengan melibatkan beberapa penyintas di sini baru terlaksana," ujarnya.

Perlombaan yang dilaksanakan hingga Minggu, meliputi lomba makan kerupuk, biskuit, lari kelereng, lari karung, lari balon, memasukkan paku dalam botol hingga panjat pinang. 



Sumber: Suara Pembaruan