28 ABK KM Makmur Jaya Berhasil Dievakuasi Basarnas di Perairan Pulau Lakota

28 ABK KM Makmur Jaya Berhasil Dievakuasi Basarnas di Perairan Pulau Lakota
Basarnas melakukan pendataan atas identitas ABK KM Makmur Jaya yang mengalami mati mesin di Perairan Pulau Lakota, Tapanuli Tengah. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / RSAT Senin, 19 Agustus 2019 | 10:17 WIB

Medan, Beritasatu.com - Badan SAR Nasional (Basarnas) bekerjasama dengan Polri dan TNI berhasil mengevakuasi 28 orang anak buah kapal (ABK) dari 35 ABK penumpang Kapal Motor Makmur Jaya yang mengalami mati mesin di sekitar Perairan Pulau Lakota Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (18/8/2019) malam.

"Korban yang sudah dievakuasi dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Masih ada 7 orang lagi yang berada di dalam kapal motor itu. Mereka akan dievakuasi bersamaan dengan penarikan kapal itu dari tengah perairan," ujar Humas Basarnas Medan, Sariman Sitorus, Senin (19/8/2019).

Sariman mengatakan, seluruh korban yang berhasil diselamatkan itu dibawa ke Pelabuhan Sibolga. Belum ada laporan korban jiwa menyusul kejdian kapal motor yang mengalami meti mesin di tengah lautan itu. Petugas gabungan juga sudah mempersiapkan segala kemungkinan terburuk, termasuk membawa kantong mayat saat melakukan evakuasi.

"Penarikan KM Makmur Jaya yang masih berisikan 7 orang penumpang, dilaksanakan hari ini (Senin-Red) juga dengan menggunakan KM Sinar Terang. Semoga tidak ada kendala berarti dalam proses evakuasi kapal motor tersebut," katanya.

Diceritakan, KM Makmur Jaya jenis pukat cincin mengalami mati mesin di sekitar Perairan Pulau Lakota, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kapal berisikan 35 ABK itu berangkat dari Pelabuhan Sibolga, dan dilaporkan mau mencari ikan di Perairan Pantai Barat Aceh.

"Laporan kapal mati mesin itu kemudian disampaikan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan dan Sibolga," katanya.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Medan Toto Mulyono langsung memerintahkan Koordinator Pos SAR Sibolga, Hary Susanto dengan 7 personil bergabung dengan Kapal KN SAR Nakula yg berada di Pelabuhan Sibolga, yang dipimpin Nahkoda Arotama dengan13 personil untuk melaksanakan operasi SAR. Proses evakuasi berjalan sampai Senin pagi ini.



Sumber: Suara Pembaruan