Manokwari Lumpuh karena Insiden SARA, Kapolda Turun Tangan

Manokwari Lumpuh karena Insiden SARA, Kapolda Turun Tangan
Massa memblokade jalan di Manokwari, Senin, 19 Agustus 2019, saat demonstrasi memprotes insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16 Agustus 2019. ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / FMB Senin, 19 Agustus 2019 | 10:38 WIB

Manokwari, Beritasatu.com - Kabupaten Manokwari Ibu Kota Provinsi Papua Barat ricuh massa memblokade sejumlah ruas jalan aktivitas macet total dan kota lumpuh. Toko, kios hingga mobil dibakar massa tepat di jalan Yos Sudarso tepat di perempatan lampu merah Makalouw dan maskeri Manokwari, Senin (19/8/2019).

Rakyat Papua di Manokwari sangat terhina dengan kata 'monyet' yang dilontarkan oleh organisasi masyarakat (ormas) di Surabaya, Malang di Provinsi Jawa Timur dan Semarang di Jawa Tengah pascainsiden pada 17 Agustus 2019.

Ribuan massa ini secara spontan turun jalan dan lakukan aksi hingga harus berhadapan dengan gabungan aparat kepolisian Manokwari, Polda Papua Barat.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Herry Rudolf Nahak harus turun ke tengah-tengah kericuhan dan lakukan negoisasi agar situasi aman, namun massa tidak mundur melawan kepolisian.

Bahkan terpantau langsung di tempat kejadian perkara (TKP) massa lakukan perlawanan dengan aparat kepolisian dengan jarak kurang lebih 100 meter.

Terlihat batu, kayu tak luput dari massa untuk dipergunakan sebagai perlawanan kepada polisi yang sudah siaga dengan ramen dan mobil water canon, bahkan batu yang digunakan mengenai polisi.

Kapolda terus lakukan negoisiasi dengan gabungan massa, namun kurang lebih 3 jam belum berhasil. Beberapa tokoh masyarakat dari Maluku, perwakilan masyarakat, tokoh pemuda Papua, namun upaya negoisasi tak kunjung berhasil.

Kapolsek Kota AKP Sawal dan Kabid Humas Polda Papua Barat AKBP Mathias Krey terus dekati massa yang terus luapkan emosi dan ancaman perlawanan, namun keduanya berhasil amankan situasi sesaat dan massa pun tenang.

Massa juga terus membakar ban bekas dan menggunakan pagar Daihatsu untuk memblokade jalan sebagai pembatas. Tak hanya itu, massa juga merusak gedung DPR Papua Barat, gedung MRP dan merusak tiga mobil di halaman DPR Papua Barat. Hingga berita ini diturunkan situasi di Manokwari masih tegang, kepolisian terus siaga.

Sementara itu aksi serupa di Jayapura dilakukan di Uncen Perumnas III Waena, Uncen Abepura, Expo Waena dan Jalan Biak Abepura serta depan Kantor POS Abepura. Dari pantauan Beritasatu.com aksi massa berkumpul di Lampu Merah Abepura.



Sumber: Suara Pembaruan