Bencana Sampah Plastik Jadi Isu Utama Sinergi LIPI dan Seskoal

Bencana Sampah Plastik Jadi Isu Utama Sinergi LIPI dan Seskoal
Para prajurit perwira menengah Seskoal TNI AL mengikuti kuliah dan pemaparan mengenai isu-isu yang dihadapi oleh ekosistem hayati perairan Indonesia oleh para peneliti Oseanografi LIPI di Ancol, Jakarta Utara, Senin, 19 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Senin, 19 Agustus 2019 | 13:23 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Masalah sampah plastik di perairan Indonesia menjadi isu utama dalam kegiatan kuliah kerja Iptek perwira menengah Sekolah Komando Angkatan Laut (Seskoal) TNI AL di Kantor Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Ancol Jakarta Utara, Senin (19/8/2019).

"Sampah plastik masih menjadi masalah utama bagi keberlangsungan kehidupan hayati di perairan Indonesia. Saat ini sampah plastik ditemukan paling banyak ditemukan di perairan Teluk Jakarta dan Sulawesi Selatan," ujar Peneliti Sumber Daya Hayati Laut LIPI, Udhi Eko Hernawan dalam pemaparannya di hadapan 150 mahasiswa Seskoal.

Dikatakannya tingkat kesadaran dan kepedulian masyarakat Indonesia soal bahaya dan ancaman sampah plastik masih rendah. Kontribusi sampah plastik dari Indonesia terbilang cukup besar yakni mencapai 300.000-600.000 ton/tahun.

Komandan Seskoal, Laksamana Muda TNI Dr Amarulla Octavian menyebutkan para prajurit TNI AL perlu memiliki kepekaan terhadap persoalan strategi yang tengah dihadapi laut Indonesia khususnya dari bahaya pencemaran sampah plastik.

"Dengan pembekalan mengenai riset dan hasil studi LIPI kelak mereka para mahasiswa Seskoal yang 10 tahun ke depan akan diproyeksikan menjadi pimpinan TNI bisa lebih peduli terhadap kondisi ekosistem biota laut dan ancaman dari sampah plastik," kata Octavian.

Kepala Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Augy Syahailatua, menyambut baik kerja sama dengan Seskoal dalam dukungan terhadap keberlangsungan ekosistem hayati perairan Indonesia.

"Kami menyampaikan hasil penelitian dari ekspedisi pulau-pulau terluar di Indonesia terkait masalah sampah plastik serta perubahan iklim yang saat ini menjadi isu utama yang dihadapi ekosistem laut baik di Indonesia maupun dunia internasional," kata Augy. 



Sumber: Suara Pembaruan