Mahasiswa Papua di Medan Kecam Insiden di Surabaya

Mahasiswa Papua di Medan Kecam Insiden di Surabaya
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) Sumatera Utara menggelar aksi mengecam dugaan tindakan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya ( Foto: Suara Pembaruan/Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / CAH Senin, 19 Agustus 2019 | 18:36 WIB

Medan, Beritasatu.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Papua (IMP) Sumatera Utara mengecam dugaan tindakan persekusi terhadap mahasiswa Papua di Surabaya. Kecaman itu disampaikan IMP saat melakukan aksi protes di Asrama Putera Universitas Sumatera Utara (USU) di Jalan Dr Mansyur Medan, Senin (19/8/2019).

"Kami mengecam penangkapan para mahasiswa Papua dan rasisme terhadap orang Papua di Surabaya. Itu merupakan tindakan rasis," ujar Koordinator IMP Sumut, Damiel Wandik.

Damiel menegaskan, pihaknya juga siap untuk angkat kaki meninggalkan kota tempatnya menempuh pendidikan. Keputusan balik ke kampung halaman akan dilakukan jika mereka diusir dari setiap kota.

"Kami siap pulang kampung dengan catatan harus ada timbal baliknya. Mereka yang bukan orang Papua harus juga meninggalkan Papua. Kami menyesalkan tindakan rasis di Surabaya," katanya.

Damiel mengakui, tindakan rasis oleh pihak tidak bertanggungjawab di Surabaya, tidak pernah terjadi di Medan. Bahkan, kehadiran mahasiswa asal Papua disambut positif oleh perguruan tinggi di daerah itu.

"Kami mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di Sumut, lebih dari 200 orang. Aksi ini sebagai wujud solidaritas dan dukungan kami kepada setiap warga Papua," sebutnya. 

 



Sumber: Suara Pembaruan