Peringatan HUT ke-74 MA

MA Luncurkan Program E-Litigasi

MA Luncurkan Program E-Litigasi
Hatta Ali. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / FER Senin, 19 Agustus 2019 | 19:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mahkamah Agung (MA) secara resmi meluncurkan program e-litigasi. Program tersebut merupakan lanjutan dari program e-court yang sudah ada terlebih dahulu. Peluncuran aplikasi e-ligitasi diselenggarakan sekaligus dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 MA di Gedung MA, Jakarta, Senin (19/8/2019).

"E-litigasi ini migrasi dilakukan sepenuhnya terhadap persidangan. Sistem elektronik tidak hanya kita lakukan dalam pendaftaran perkara, pembayaran biaya perkara, dan biaya pemanggilan, tapi dilakukan juga dalam pertukaran dokumen, misalnya jawab jinawab, pembuktian dan penyemaian putusan secara elektronik," kata Ketua MA, Hatta Ali.

Menurut Hatta, tingginya biaya perkara di pengadilan juga dapat ditekan dengan biaya pemanggilan jawab jinawab dan pembuktian yang dilakukan secara elektronik. Dengan begitu, manfaat yang didapat dari e-litigasi diharapkan dapat mendorong terpenuhinya asas peradilan sederhana, cepat dan biaya ringan.

Hatta menuturkan, penerapan e-litigasi menjadi komitmen MA meningkatkan kepercayaan publik terhadap badan peradilan. Pembatasan interaksi antara pengguna layanan peradilan dengan hakim serta aparatur peradilan melalui e-litigasi, dapat meminimalisir pelanggaran etik dalam persidangan.

Hatta mengungkapkan, petunjuk teknis penggunaan e-litigasi diatur dalam Keputusan Ketua MA Nomor 129/2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik.

Pihaknya juga menunjuk satuan kerja pengadilan yang terdiri dari enam Pengadilan Negeri (PN), empat Pengadilan Agama (PA) dan tiga Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Tujuannya, untuk mendapatkan pelatihan dan asistensi terkait penerapan e-litigasi.

"Penerapan ini akan dilakukan secara bertahap dan selanjutnya ditargetkan pada saat matahari pertama kali terbit di tahun 2020, e-litigasi ini dapat diterapkan oleh pengadilan tingkat pertama di Indonesia," tandas Hatta Ali.



Sumber: Suara Pembaruan