Asap Karhutla Menyebar ke Jambi, Pemkab Musi Banyuasin Minta Maaf

Asap Karhutla Menyebar ke Jambi, Pemkab Musi Banyuasin Minta Maaf
Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Muba, Haryadi (tengah) menemui Gubernur Jambi, Fachrori Umar (kanan) di rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Senin (19/8/2019) terkait kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muba. Pada kesempatan tersebut Haryadi menyampaikan permintaan maaf Pemkab Muba kepada masyarakat Jambi terkait asap kebakaran hutan dan lahan dari Muba yang menyebar ke Jambi. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JAS Selasa, 20 Agustus 2019 | 07:52 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba), Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) minta maaf kepada masyarakat Jambi menyusul asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari wilayah Muba menyebar ke Jambi sepekan terakhir.

Permintaan maaf tersebut disampaikan Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Muba, Haryadi pada pertemuan dengan Gubernur Jambi, Fachrori Umar di rumah dinas Gubernur Jambi, Kota Jambi, Senin (19/8/2019).

Menurut Haryadi, dirinya mewakili Pemkab Muba meminta maaf kepada segenap masyaraklat Jambi karena asap tebal yang menyelimuti Kota Jambi dan beberapa kabupaten di Jambi sepekan terakhir sebagian besar berasal dari karhutla di Desa Muaramedak, Kecamatan Bayunglencir. Kabupaten Muba, Sumsel. Wilayah desa tersebut berbatasan langsung dengan Kabupaten Muarojambi dan juga dekat dengan Kota Jambi.

Dijelaskan, hingga Senin (19/8/2019) sudah ribuan hektare lahan masyarakat termasuk hutan lindung yang terbakar di Muba. Karhutla tersebut belum bisa dipadamkan. Pemadaman karhutla tersebut masih terus diupayakan Pemkab Muba dan pasukan pemadam kebakaran hutan dan lahan daerah itu.

“Sekali lagi kami mohon maaf atas gangguan asap yang melanda Kota Jambi, Kabupaten Muarojambi dan daerah lain di Jambi. Asap tersebut sebagian besar berasal dari Muba. Kami juga mohon bantuan untuk pemadaman karhutlah di daerah kami,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jambi, Fachrori Umar pada kesempatan tersebut mengatakan, Pemprov Jambi mengapresiasi sikap Pemkab Muba yang telah meminta maaf dan mengakui bahwa sebagian kabut asap di Provinsi Jambi berasal dari Muba.

“Permintaan maaf tersebut penting agar warga masyarakat Jambi tidak menganggap bahwa asap tebal yang menyelimuti Jambi seluruhnya berasal dari karhutla di wilayah Jambi,” katanya.

Fachrori Umar berharap karhutla di Muba bisa segera diatasi agar asap tidak terus menyebar ke Jambi. Kemudian Pemkab Muba juga diminta bersikap tegas terhadap para pembakar hutan dan lahan.

Dikatakan, Pemprov Jambi siap membantu pemadaman karhutla di Kabupaten Muba jika ada permintaan resmi dari Pemkab Muba. Tim Satgas Pengendalian Karhutla Provinsi Jambi yang terdiri dari lintas sektor siap memadamkan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi maupun di daerah tetangga.

“Komunikasi dan koordinasi serta sinergi dalam mengendalikan karhutla perlu terus ditingkatkan bukan hanya dalam satu provinsi, tetapi juga lintas provinsi, divantaranya Provinsi Jambi dengan Provinsi Sumatera Selatan. Koordinasi dan sinergi tersebut perlu bukan saja untuk mengatasi karhutla, tetapi juga dalam pencegahan karhutla,” ujarnya. 



Sumber: Suara Pembaruan