Kepala Sekolah Harus Jadi Teladan dan Memiliki Kompetensi Tinggi

Kepala Sekolah Harus Jadi Teladan dan Memiliki Kompetensi Tinggi
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Bengkayang Yan membuka Diklat Penguatan Kepala Sekolah, Senin (19/8/2019). Diklat yang diikuti 120 kepala sekolah berlangsung selama satu minggu. ( Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Selasa, 20 Agustus 2019 | 08:21 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Bengkayang Yan mengatakan kepala sekolah mulai dari tingkat SD hingga SMA memiliki peran yang sangat strategis, karena kepala sekolah adalah seorang manajer dalam mengelola sekolahnya. Untuk itu seorang kepala sekolah harus memiliki kompetensi sosial yang tinggi.

Hal itu dikatakan Yan saat membuka acara Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kepala Sekolah kerja sama antara Dinas Pendidikan Kabupaten Bengkayang dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kalbar dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KSO), Senin (19/8/2019).

Yan mengatakan kepala sekolah juga harus memiliki kepedulian dengan lingkungan dan masyarakat di sekitar sekolahnya. Artinya kepala sekolah harus dapat menjadi teladan, dan contoh dalam hal bertutur kata, berperilaku, baik bagi dewan guru maupun bagi siswanya.

Yan meyebutkan dengan pelaksanaan Diklat penguatan ini diharapkan kepala sekolah dapat menjadi lebih tangguh, lebih unggul, dan lebih terampil dalam menjalankan tugasnya memimpin sekolah.

Selain itu dengan Diklat ini juga untuk memperkuat kompetensi kepala sekolah pada bidang manejerial, kewirausahaan, supervisi kepemimpinan dan penguatan pendidikan karakter dan pengembangan sekolah.

Diklat berlangsung selama satu minggu. Peserta sebanyak 120 orang terdiri dari 80 kepala sekolah Pendidikan Dasar dan 40 kepala sekolah pendidikan sekolah menengah pertama (SMP).

Kepala LPMP Kalbar Aristo Rahadi mengatakan kepala sekolah harus memiliki kompetensi skill, yang dibuktikan dengan memiliki sertifikat. Untuk itu pihaknya terus berupaya mengimplementasikan Permendikbud No.6 Tahun 2018.

Aristo mengatakan hasil yang diharapkan dari pelaksanaan Diklat ini adalah meningkatnya kompetensi kepala sekolah sesuai dengan tuntutan beban kerja kepala sekolah sesuai PP Nomor 19 tahun 2017 tentang guru dan penilaian kinerja yang diatur dalam Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang penugasan guru sebagai kepala sekolah.



Sumber: Suara Pembaruan