Ganjar Jamin Orang Papua Aman di Jateng

Ganjar Jamin Orang Papua Aman di Jateng
Ganjar Pranowo. ( Foto: Antara )
Stefi Thenu / JAS Selasa, 20 Agustus 2019 | 10:03 WIB

Karanganyar, Beritasatu.com - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat Papua yang ada di Jawa Tengah. Ia juga meminta seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk saling bersatu untuk menjaga keamanan dan kondusivitas.

"Saya minta semua harus menahan diri. Sudah, ayo saling memaafkan. Jangan dikembangkan lagi," kata Ganjar usai menghadiri Konser Kebangsaan di De Tjolomadoe Karanganyar, Senin (19/8/2019), menanggapi kericuhan yang melihatkan mahasiswa Papua dengan sejumlah masyarakat di Surabaya dan Malang, Senin (19/8/2019). Akibat kericuhan itu, kondusi tidak kondusif meluas hingga ke Manokwari dan Makassar.

Menurut Ganjar, dia sudah menelpon Gubernur Papua, tokoh agama Papua dan mahasiswa Papua di Jateng. Ia menegaskan bahwa ia menjamin keamanan mereka.

"Tenang saja, saya jamin keamanan saudara dari Papua yang ada di sini. Saya minta juga kepada seluruh masyarakat Jateng ikut menjaga, karena bagaimanapun mereka adalah saudara kita sebangsa setanah air. Apalagi, banyak saudara kita dari Papua ini sedang sekolah, mari kita jaga agar belajarnya tidak terganggu dengan urusan ini," tegasnya.

Ganjar juga meminta kepada semua masyarakat di Indonesia untuk menahan diri. Jangan sampai ada hal-hal yang justru menambah panas suasana, disebarkan melalui media sosial.

"Semua harus menahan diri, kadang satu kalimat yang tidak baik, semua tulisan yang masuk dalam medsos tidak baik, itu akan membakar. Nanti ada penumpang gelap yang ingin Indonesia tidak bersatu akan memanfaatkan. Mari menjaga diri, saling memaafkan," tegasnya.

Kasus kerusuhan ini, menurutnya, juga dapat menjadi pembelajaran bagi semuanya. Tidak boleh dalam bermasyarakat menggunakan kata yang tidak pantas dan dapat menyinggung perasaan orang lain.

"Betapa penting budi pekerti, ngati-ati, njogo perasaan. Kita harus sadar bahwa Indonesia punya kultur yang berbeda-beda. Tentu ya tidak ada orang yang menerima dikatakan binatang, maka ndak bisa menerima. Siapa yang mengatakan itu, harus secepatnya meminta maaf. Lalu yang lain saling menghormati, apakah budaya orang lain, apakah tetangga kita, apakah simbol negara, mari kita hormati," ungkapnya.

Kericuhan yang melibatkan mahasiswa Papua terjadi di Surabaya dan Malang. Akibat kericuhan itu, menyulut kericuhan di tempat lain. Kericuhan terjadi di Makassar dan juga di Manokwari, Papua Barat. Bahkan di Manokwari, Kantor DPRD Papua Barat dibakar oleh massa.



Sumber: Suara Pembaruan