Polisi Sebut Kualitas Narkoba di Medan Kelas Wahid

Polisi Sebut Kualitas Narkoba di Medan Kelas Wahid
Wakil Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, saat mengunjungi Polsek Patumbak di Medan. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / FER Selasa, 20 Agustus 2019 | 16:15 WIB

Medan, Beritasatu.com - Wakil Direktur Narkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Krisno Halomoan Siregar, mengatakan, Kota Medan berada pada urutan ketiga bahkan kedua dalam peredaran narkoba di Tanah Air. Namun, narkoba yang dipasarkan oleh para bandar tersebut, memiliki kualitas nomor wahid.

"Peredaran terbesar ada di Jakarta, Medan terkadang memiliki nomor urut dua maupun tiga seteĺah Kota Surabaya," ujar Krisno Halomoan Siregar saat melakukan kunjungan ke Markas Polsek Patumbak di Medan, Selasa (20/8/2019).

Kantor polisi itu dikunjungi karena AKP Ginanjar Fitriadi selaku kapolsek, dianiaya bandar narkoba saat melakukan penggerebekan di Desa Marindal I, beberapa hari lalu. Dalam kasus itu, perwira polisi ini sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Bandar narkoba sebagai dalang penganiayaan, berinisial An, tewas ditembak.

Kunjungan Wadir Narkoba Bareskrim Polri itu didampingi perwira menengah, Kombes Pol Wihastono Yoga Pranoto, Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Hendri Marpaung dan Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafael Sandy Cahyo Priambodo. Kedatangan mereka disambut Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi.

"Kami datang kesini ( Polsek Patumbak ) untuk memberikan dukungan dan empati yang besar terhadap Kapolsek Patumbak, apalagi serius dalam membuktikan kinerjanya, memberantas dan menggerebek kampung narkoba di wilayah hukumnya. Kita mendorong polisi giat melakukan pemberantasan," katanya.

Dalam memberantas peredaran narkoba, sambung Krisno Halomoan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengingatkan, anggota Polri supaya tidak perlu ragu dalam mengambil tindakan tegas terhadap bandar narkoba maupun jaringan jika memberikan perlawanan saat ditangkap.

Kapolsek Patumbak, AKP Ginanjar Fitriadi menjelaskan, kasus penganiayaan yang menimpanya saat bersama anggota melakukan operasi pemberantasan narkoba di Desa Marindal I Medan. Ada beberapa orang pelaku narkoba yang ditangkap. Polisi juga mengamankan barang bukti narkoba.

"Ketika dilakukan pengembangan, bandar narkoba berinisial An bersama rekan - rekannya memberikan perlawanan, dan menyerang petugas. Para pelaku berusaha melarikan diri. Kemudian, atas dukungan Polrestabes Medan terhadap Polsek Patumbak, bandar narkoba itu akhirnya ditembak setelah diberikan peringatan," jelas Ginanjar.

Menurut Ginanjar, peristiwa penganiayaan yang terjadi itu tidak akan berlaku surut dalam pemberantasan narkoba. Sebaliknya, kejadian itu menjadi lebih memotivasi pihaknya semakin gencar memberantas narkoba.

"Sampai saat ini, kami masih melakukan pendataan dan pemetaan kawasan perkampungan narkoba. Dalam waktu dekat, operasi gerebek kampung natkoba kembali dilaksanakan. Kita akan gempur setiap basis narkoba. Bandar yang memberikan perlawanan akan ditindak tegas," tegas Ginanjar.

 



Sumber: Suara Pembaruan