Polisi Selidiki 2 Akun Medsos Pemicu Kerusuhan di Papua Barat

Polisi Selidiki 2 Akun Medsos Pemicu Kerusuhan di Papua Barat
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan ( Foto: Beritasatu TV )
Aries Sudiono / LES Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:01 WIB

Surabaya, Beritasatu.com -Tim gabungan aparat kepolisian yang terdiri dari Polrestabes Surabaya, Polda Jatim dibantu Mabes Polri tengah menyelidiki dua akun media sosial (medsos) yang diduga menjadi pemicu munculnya aksi massa dan kerusuhan di Papua Barat, Senin (19/8) lalu.

Kapolda Jawa Timur (Jatim) Irjen Pol Luki Hermawan menyebutkan, dua akun di YouTube dan Facebook itu sudah dihapus oleh pemiliknya. Namun tim siber tengah berusaha mendapatkan jejak digitalnya, guna mengetahui pembuatnya. Diduga, pemilik dua akun medsos tersebut berbeda orangnya, namun memiliki maksud dan tujuan yang sama.

Menurut Kapolda, peristiwa di Surabaya dan Malang yang terjadi pekan lalu itu sebenarnya hanya kesalahpahaman, namun oleh pemilik akun medsos sengaja dijadikan momen untuk memicu aksi rasial dengan menambahkan, seolah-olah ada seorang mahasiswa di asrama mahasiswa Papua di Surabaya yang meninggal dunia. Kemudian ditambahkan, ada kata-kata rasis yang seolah-olah diungkapkan oknum petugas, sehingga menyulut emosi sebagian warga Papua.

Kapolda juga membantah adanya informasi sesat yang menyebutkan, bahwa polisi menahan sejumlah mahasiswa dari Asrama Papua di Surabaya.“Polrestabes Surabaya justru mengevakuasi teman-teman mahasiswa dari asrama karena dikhawatirkan akan ada gangguan dari ormas yang mengadukan kasus perusakan dan pembuangan bendera Merah Putih di asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya. Tidak ada ada penangkapan, apalagi pengusiran warga Papua dari Surabaya. Saya sampaikan semua itu hoaks,” ujar Kapolda, Selasa (20/8).

Polisi juga masih terus mengusut dan mencari sosok pelaku perusakan dan pembuangan bendera Merah Putih serta pelaku yang melontarkan ujaran rasis di depan asrama mahasiswa Papua. Karena aksi kedua oknum tersebut diduga juga menjadi pemicu aksi protes warga Papua dengan menggelar aksi demo, pembakaran gedung DPRD serta kerusuhan di Papua Barat.

“Sesuai arahan langsung dari pimpinan (Kapolri), saya sudah perintahkan jajaran untuk mencari oknum pelaku yang merusak dan membuang Sang Saka Merah Putih ke selokan. Juga mencari sosok yang melontarkan ujaran bersifat rasis. Karenanya kita sudah melangkah dengan meminta keterangan sejumlah saksi mata,” jelas Luki Hermawan.



Sumber: Suara Pembaruan