Calon Menkominfo Diharapkan Paham Peran ICT

Calon Menkominfo Diharapkan Paham Peran ICT
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) melakukan dialog interaktif melalui Pertunjukan Rakyat (Pertunra) bertema "Jaminan Kesehatan Nasional Untuk Indonesia Sehat". ( Foto: Istimewa )
Carlos KY Paath / WM Rabu, 21 Agustus 2019 | 12:44 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com – Sosok calon menteri komunikasi dan informatika (menkominfo) harus dapat memahami teknologi. Calon juga sepatutnya memiliki visi dalam mengembangkan Information and Comunication Technology (ICT) atau teknologi informasi dan komunikasi.

Demikian disampaikan Ketua Umum (ketum) Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) Kristiono dalam keterangan seperti diterima Beritasatu.com, Rabu (21/8/2019).

“Calon menkominfo mesti sosok yang paham peran ICT sebagai enabler bagi perkembangan dan kemajuan sektor lainnya. Mampu membuat kebijakan dan regulasi berdasarkan pendekatan multistakeholders,” kata Kristiono.

Kristiono menambahkan, calon menkominfo pun perlu melakukan aksi kolaboratif dengan sektor-sektor lain.

“Serta mampu mengembangkan kemitraan strategis secara global dan internasional untuk memperkuat daya saing bangsa,” imbuh Kristiono.

Kristiono mengunngkap, tantangan ke depan Indonesia di bidang ICT yaitu penguasaan terhadap pasar. Kristiono berharap calon menkominfo berlatar belakang profesional.

“Sebaiknya dari kalangan profesional,” ujar Kristiono.

Sementara itu, Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Aisyah Putri Budiarti mengungkap, penempatan menteri harus setidaknya memenuhi dua persyaratan. Pertama, memiliki integritas. Kedua, mempunyai kapasitas dalam bidang yang ditangani.

“Kalau menurut saya, dalam hal apapun termasuk telekomunikasi dan informatika. Calon menteri harus punya integritas. Artinya rekam jejak yang menunjukkan komitmen untuk kepentingan publik, dan tidak terlibat korupsi,” kata Aisyah.

Aisyah pun menyebut, “Soal kapasitas dalan artian memiliki pengetahuan, pengalaman dan networking (jaringan) dasar pada bidang tertentu, sehingga dalam masa jabatan yang singkat para menteri bisa secara optimal bekerja. Dengan dua kriteria ini, tentunya bisa diisi oleh baik orang yang murni profesional maupun orang partai yang ‘profesional berkapasitas’.”

Berdasarkan beberapa usulan publik dan informasi dari berbagai sumber, beberapa nama kandidat menkominfo dari profesional mulai bermunculan. Misalnya, Yuliandre Darwis (mantan Ketua KPI), Gatot S Dewa Broto (Sesmenpora), Alex J Sinaga (mantan Dirut Telkom), Sony Subrata (PoliticaWave), Jamalul Izza (Ketum APJII), Sylvia W Sumarlin (Ketum FTII), Kristiono (Ketum Mastel), Semuel Abrijani Pangerapan (Dirjen APTIKA), Nadiem Makarim (CEO Go-Jek), dan Wishnutama (Pendiri Net TV).



Sumber: Suara Pembaruan