Kagama Gelar Seminar Nasional "SDM Indonesia Hadapi Industri 4.0"

Kagama Gelar Seminar Nasional
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama, AAGN Ari Dwipayana. ( Foto: dok )
Yudo Dahono / YUD Rabu, 21 Agustus 2019 | 20:19 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam rangka menyambut MUNAS XIII Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (KAGAMA) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Pendidikan Bangsa dalam Menyiapkan SDM Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0”.

Acara yang digelar pada Kamis (22/8/2019) ini akan digelar di Museum Ronggowarsito, Semarang, Jawa Tengah.

Seminar akan menghadirkan pembicara Wikan Sakarinto (Dekan Sekolah Vokasi UGM), Retno Listyarti (praktisi pendidikan dan kini aktif sebagai Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, KPAI), Gita Gutawa (Artis, entrepreneur yang menekunt bidang seni), dan Mahfud MD (Mantan Ketua MK, dan kini menjadi anggota Dewan Pengarah BPIP).

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama, AAGN Ari Dwipayana mengatakan bahwa tema tersebut dipilih lantaran pihaknya ingin menghimpun gagasan tentang bagaimana membangun sumberdaya manusia Indonesia dalam menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.

Indonesia kata Ari sedang memasuki perioda “Bonus Demografi”, dimana 70% penduduk Indonesia akan berada pada usia kerja yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2025-2030. Di satu sisi, bonus ini merupakan kekuatan Indonesia dalam menjalankan berbagai program pembangunan; namun di sisi lain akan menjadi “bencana” jika Indonesia gagal membangun SDM yang unggul.

Namun Ari optimis Indonesia akan mampu menghadapinya. Sebab pengembangan kualitas sumber daya manusia menjadi komitmen bersama segenap bangsa yang diwujudkan dalam prioritas dan fokus utama kerja pemerintah.

Menurut Ari, pembangunan SDM ini sangat penting sebab ke depan Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan diri pada komoditas.

“Indonesia harus keluar dari kutukan sumber daya alam sebab era komoditas sudah berakhir. Indonesia harus mampu menggeser arah pembangunan ke pembangunan manusia, mendorong inovasi, dan penguasaan teknologi. Apalagi kita berhadapan dengan dunia yg berubah dengan begitu cepat dengan datangnya revolusi Industri 4.0.”, kata Ari melalui keterangan, Rabu (21/8/2019).

Sebagaimana diketahui Industri 4.0 adalah kecenderungan otomatisasi dan pertukaran data yang mencakup cyber-physics, Internet of Things [IoT], cloud computing, dan cognitive computing. Istilah Industri 4.0 diangkat kembali dalam Hannover Fair 2011 yang utamanya tentang komputerisasi pabrik, namun sekarang berkembang dan diyakini sebagai kecenderungan global.

Menurut Ari pembangunan manusia harus dilakukan mulai dari dalam kandungan sampai dengan lansia. Kuncinya adalah pendidikan. Sebab lompatan kemajuan bangsa bisa dilakukan melalui pendidikan. Pihaknya melanjutkan bahwa pada titik ini sektor pendidikan Indonesia menghadapi tantangan nyata dan tidak ringan. Pendidikan Indonesia dihadapkan pada tantangan bagaimana menyediakan bentuk pendidikan yang tidak hanya tanggap dalam menyiapkan peserta didik yang kompeten, tetapi juga memiliki karakter kuat berakar pada jati diri bangsa

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah apa arah reformasi pendidikan sehingga Indonesia bisa melakukan lompatan? Menurut Ari arah yang perlu dilakukan setidaknya ada dua cara. Pertama, meningkatkan akses pada pendidikan dan kedua, meningkatkan kualitas pendidikan.

Kagama

Seminar nasional ini terbuka untuk umum dan rencananya akan dibuka oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Tujuan seminar ini antara lain mengidentifikasi peluang, kekuatan, dan potensi pengembangan pendidikan kejuruan/pendidikan vokasi, pendidikan karakter manusia Indonesia, hingga peningkatan mutu dan akses pendidikan untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Seminar Nasional ini merupakan rangkaian kegiatan pra-Musyawarah Nasional (Munas) XIII Kagama tanggal 15-17 November di Bali. Seminar pra munas bakal diadakan di lima kota dan lima pulau (Semarang, Balikpapan, Medan, Manado, dan Bali) mulai bulan Agustus dan ditutup di Bali tanggal 15 November 2019.



Sumber: BeritaSatu.com