Menhub Pastikan 3 Angkutan Kapal di Kupang Berjalan Baik

Menhub Pastikan 3 Angkutan Kapal di Kupang Berjalan Baik
Menhub Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Tenau, Kupang, NTT, Rabu (21/8/2019). ( Foto: Istimewa )
Yoseph A Kelen / LES Rabu, 21 Agustus 2019 | 21:56 WIB

Kupang, Beritasatu.com - Bersamaan dengan kehadiran Presiden Jokowi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi memastikan bahwa tiga kapal yaitu kapal ternak, tol laut dan perintis berjalan dengan baik.
Menhub mengatakan sudah melakukan evaluasi terhadap kapal ternak, perintis dan tol laut, pihaknya mengaku bahagia karena ketiganya sudah berjalan dengan baik.

"Kapal ternak ada enam, limanya itu dari NTT menuju Jakarta dan kalimantan. Volume yang dibawa juga cukup banyak, tercatat sekarang sudah 49.000 dan direncanakan sampai 70.000, kalau dihitung kira-kra 700 miliar, satu angka yang cukup baik," Kata Budi Karya di Pelabuhan Tenau, Kupang, Rabu (21/8/2019).

Untuk menyeimbangkan dengan tol laut, Menhub merencanakan kedepannya sapi ini akan diangkut dalam keadaan beku (Frozen). Karena selama ini kata Budi Karya, tol laut dari Jakarta dan Surabaya relatif kosong. Hanya 20-30 persen. "Kami tugaskan Pelindo III untuk buat suatu ujicoba 10-20 kontiner. Kalau jadi, volumenya bisa sangat besar sekali," Ujar mantan Dirut AP II

Terkait dengan subsidi, Menhub mengatakan untuk kapal ternak sudah bisa menekan angka subsidi dari Rp 700.000 menjadi Rp 200.000. Artinya, dengan tingkat kepastian pengangkutan kapal ternak semua pengusaha menjadi ekonomis. "Mungkin suatu waktu tanpa subsidi, jadi kapal ternak bisa digunakan untuk yang lain," Ungkapnya.

Terkait kapal tol laut, Menhub mengatakan sudah mengalami peningkatkan baik yang dari Jakarta maupun dari Surabaya. Bahkan, dari Surabaya stengahnya sudah komersial. Kemudian, berakitan dengan perintis. Menurut Menhub, Perintis ini sangat efektif, dari Kupang sampai Saumlaki melawalui 13 pelabuhan dan balik lagi ke Kupang itu sekitar 10 hari.

"Perintis ini banyak mengangkut penumpang, dan sudah menjadi bagian kehidupan. Ini juga masih disubsidi. Jika okupensinya bagus, nanti akan komersial. Saya apresiasi terhadap stakeholder, Pelni, Pelindo III, ASDP, Pemda NTT yang saling mengisi melayani masyarakat," Tegasnya.

Menhub berharap bahwa kapal ternak, tol laut dan perintis ini tetap menjadi bagian dari masyarakat. Meski demikian, pihaknya akan melihat kemampuan masyarakat sesuai dengan pasar, akhirnya kita upayakan tidak lagi subsidi. "Tapi kita hitung banget, supaya rakyat tidak diberatkan," Tegas Menhub.



Sumber: Suara Pembaruan