BNPT: BUMN Tak Boleh Lengah dalam Mengelola SDM

BNPT: BUMN Tak Boleh Lengah dalam Mengelola SDM
Pejabat direksi, eksekutif, dan pejabat daerah PT Bank Syariah Mandiri berfoto dalam acara Mandiri Syariah Culture Summit 2019 di Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri, Jakarta, Rabu (21/8/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 21 Agustus 2019 | 22:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, badan usaha milik negara (BUMN) tidak boleh lengah dalam mengelola sumber daya manusia (SDM).

Hal itu disampaikan Suhardi saat memberikan pemahaman terkait resonansi kebangsaan dan bahaya radikalisme di hadapan pejabat direksi, eksekutif, dan pejabat daerah PT Bank Syariah Mandiri dalam acara Mandiri Syariah Culture Summit 2019 di Kantor Pusat Bank Syariah Mandiri, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Suhardi menjelaskan, BUMN saat ini cenderung lengah dalam mengelola SDM yang mereka miliki. Akibatnya, banyak pegawai BUMN yang terpapar paham radikal yang kemudian mulai menguasai rumah-rumah ibadah yang ada dalam perusahaan tersebut.

“Kita lihat, tempat ibadah di kementerian dan lembaga, ada juga perguruan tinggi. Banyak yang disusupi, kenapa? Karena SDM-nya lengah, meng-underestimate, sehingga dimaanfaatkan, sudah berkelompok mereka, jadi tolong SDM diamati betul,” jelas Suhardi, dalam keterangan tertulisnya.

Suhardi menegaskan, para pejabat dan eksekutif berkewajiban menyebarkan pengetahuan radikalisme, sehingga manajemen di daerah bisa terlindungi dari penyebaran paham radikal dan ikut serta dalam upaya menangkal penyebarannya.



Sumber: Suara Pembaruan