LSPR Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan

LSPR Dukung Peningkatan Kompetensi Wartawan
Sebanyak 24 wartawan yang berasal dari 13 media massa di Bali, menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN), Rabu (21/8/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Rabu, 21 Agustus 2019 | 23:37 WIB

Denpasar, Beritasatu.com - Sebanyak 24 wartawan yang berasal dari 13 media massa di Bali, menjalani Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh LSPR-Bali dan ASEAN Public Relations Network (APRN) berkolaborasi dengan Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan (LPKW) LSPR.

 LSPR-Bali dan APRN berkolaborasi dengan LPKW LSPR selenggarakan uji kompetensi wartawan Bali

Pendiri dan Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi LSPR, Prita Kemal Gani, mengatakan, kegiatan UKW ini bertujuan untuk meningkatkan mutu wartawan Indonesia, sekaligus salah satu bentuk komitmen dukungan LSPR bersama-sama Dewan Pers dan pemerintah dalam menciptakan kompetensi profesi wartawan yang berintegritas dan bermanfaat.

"Program ini adalah salah satu bentuk apresiasi kami kepada teman-teman wartawan yang selalu mendukung dalam perjalanan kami mengembangkan sayap ke pulau Bali sejak tahun 2016 lalu. Saya berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi, kinerja jurnalistik dan terutama integritas teman-teman wartawan Bali,” ujar Prita Kemal Gani, dalam keterangan persnya, Rabu (21/8/2019).

Kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Bali batch pertama ini berlangsung selama dua hari. Peserta diberikan pembekalan melalui workshop seputar jurnalistik dengan narasumber Ketua Komisi Penelitian, Pendataan & Ratifikasi Pers – Dewan Pers, Ahmad Djauhar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis (Bimtek) dan diakhiri persiapan bersama untuk hari kedua, salah satunya adalah pembagian kelompok. Diharapkan, materi workshop ini dapat memberikan penyegaran kepada peserta sebelum mengikuti UKW.

Direktur LPKW LSPR, Dr Andre Ikhsano MSi, mengatakan, kehandalan suatu berita sangat ditentukan oleh kredibilitas jurnalis. Untuk itu, UKW (Uji Kompentensi Wartawan) dirasakan dapat menjadi senjata ampuh untuk melegitimasi bahkan mendongkrak kredibilitas jurnalis.

"Pentingnya sertifikasi terkait dengan apa yang dilakukan wartawan sehari-hari sudah legal, profesi lain juga sudah ada seperti dokter dan pilot. Hal ini terkait juga bahwa sejak tahun 2014 semua wartawan wajib memiliki sertifikasi,” kata Andre Iksano.

Adapun proses Uji Kompetensi Wartawan disesuaikan dengan jenjang level yang diikuti peserta dimulai dari wartawan muda, wartawan madya dan wartawan utama. Materi uji terdiri dari kode etik jurnalis, merencanakan liputan, rapat redaksi, wawancara cegat, jejaring, konferensi pers, dan lain-lain.



Sumber: BeritaSatu.com