BKSDA Evakuasi Bayi Orangutan

BKSDA Evakuasi Bayi Orangutan
Orangutan. ( Foto: Beritasatu Photo / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / WBP Kamis, 22 Agustus 2019 | 10:44 WIB

Sibolangit, Beritasatu.com - Bayi orangutan yang dievakuasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dari Desa Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, masih menjalani proses rehabilitasi di Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (22/8/2019) setelah terpisah dari induknya. Orangutan itu dievakuasi dalam keadaan perut kembung dan mengalami bersin-bersin.

"Bayi orangutan itu masih menjalani perawatan di Pusat Rehabilitasi dan Karantina Program Konservasi Orangutan Sumatera (SOCP) di Sibolangit. Kondisinya secara berangsur mulai membaik," ujar Dokter Hewan Senior YEL-SOCP, drh Yenny Saraswati.

Yenny mengatakan, pihaknya masih terus memantau kondisi kesehatan bayi orangutan tersebut. Pemeriksaan lanjutan dan perawatan intensif akan terus dilakukan mengingat orangutan tersebut masih tergolong bayi.

"Secara kondisi alamiah, bayi orangutan itu seharusnya masih sangat bergantung pada induknya. Bayi orangutan itu masih sangat membutuhkan susu, asupan gizi dari induknya. Sehingga, dibutuhkan asupan gizi lain sebagai pengganti," jelas Yenny Saraswati.

Bayi orangutan itu dievakuasi BKSDA dan Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) dari Desa Teladan Jaya, Kecamatan Babahrot, Kabupaten Aceh Barat Daya, Selasa (20/8/2019). Bayi orangutan itu diserahkan warga dalam kondisi kurang sehat.

"Setelah kondisi bayi orangutan ini membaik, rehabilitasi dan karantina dilanjutkan dengan proses adaptasi terhadap lingkungan baru, termasuk bergabung dengan orangutan lain. Orangutan ini akan dilatih, sehingga bisa kembali kepada keahlian alaminya. Kemudian, bisa dikembalikan ke alam liar," sebut Yenny Saraswati.



Sumber: Suara Pembaruan