Pengamat: TNI Jalankan Kebijakan Pemerintah dalam Tangani Masalah Papua

Pengamat: TNI Jalankan Kebijakan Pemerintah dalam Tangani Masalah Papua
Susaningtyas NH Kertopati ( Foto: Istimewa / Istimewa )
Asni Ovier / AO Kamis, 22 Agustus 2019 | 11:57 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peran TNI dalam penanganan masalah Papua sudah sesuai dengan kebijaksanaan pemerintah yang mengedepankan pendekatan antropologi dibandingkan pendekatan keamanan. Sejak era pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), TNI selalu konsisten mendampingi masyarakat Papua menghadapi berbagai persoalan sosial.

"TNI selalu berusaha memberikan bantuan fisik untuk membantu pembangunan daerah sekaligus berperan menjadi guru di sekolah-sekolah yang terpencil di pelosok Papua," ujar pengamat intelijen dan pertahanan Susaningtyas NH Kertopati kepada Beritasatu.com di Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Menurut pakar pertahanan yang akrab disapa Nuning itu, banyak juga prajurit TNI yang bertugas sebagai tenaga medis membantu penyuluhan kesehatan dan pertolongan pertama pada kecelakaan. Doktrin TNI untuk membantu masyarakat Papua, ujar Nuning, dijalankan sepenuhnya oleh para prajurit di lapangan dalam kerangka operasi teritorial dalam aspek pembinaan dan penggalangan.

"Banyak pengamat dari dalam dan luar negeri yang memberi apresiasi peran TNI tersebut. Apa yang sedang terjadi saat ini dapat dikatakan sebagai unintended consequence atas suatu dinamika relasi antara masyarakat dengan pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Dikatakan, kejelian aparat di lapangan dalam membaca situasi dan kondisi sosial masyarakat Papua justru yang berhasil melokalisasi permasalahan agar tidak berkembang menjadi ekses. Keberanian pimpinan TNI didukung pihak Polri merupakan kunci keberhasilan meredam berbagai hoax.

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) juga turut serta menetralisir berbagai anasir yang ingin membuat permasalahan menjadi berlarut-larut. Agar tidak terulang kejadian yang sama, maka para prajurit TNI perlu mendapatkan pembekalan antropologi Papua agar paham budaya dan lingkungan masyarakat Papua.

"Pendekatan sosial, budaya, dan dialog antarpihak yang memiliki kepentingan harus dilaksanakan secepatnya," ujar Nuning.



Sumber: BeritaSatu.com