Kebakaran Hutan Telah Mencapai 135.000 Hektare

Kebakaran Hutan Telah Mencapai 135.000 Hektare
Petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan bersama warga masyarakat berupaya memadamkan api yang melalap kebun sawit di Desa Sipinteluk Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi, Provinsi Jambi, Senin , 29 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Radesman Saragih )
Robert Wardy / CAH Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo mengemukakan persentase titik api di 2019 meningkat dengan rata-rata lebih dari 50 persen ketimbang 2018. Jumlah lahan yang terbakar periode Januari-Juli 2019 di seluruh provinsi yang terdampak mencapai 135.000 hektare (ha).

“Titik api terparah berada di 6 provinsi, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Selatan (Kalsel),” kata Doni di Jakarta, Kamis (21/8/2019).

Ia menjelaskan 90 persen penyebab kebakaran hutan adalah manusia. Kebakaran dilakukan oleh koorporasi dan perorangan.

Dia menegaskan ada fenomena baru yaitu Propinsi NTT yang tahun-tahun sebelumnya tidak banyak luas sebaran hotspotnya itu, sampai 31 Juli luas lahan terbakar mencapai 71.000 hektare. Namun, persoalan di NTT tidak terlalu parah dibandingkan wilayah lain karena di NTT yang terbakar hanya rumput dan tidak berlangsung lama, serta asapnya pun langsung hilang. Sementara di provinsi lain yang terbakar adalah gambut.

"Kalau yang terbakar itu gambut tentu asapnya luar biasa. Jadi polutan yang ditimbulkannya sangat dahsyat dan inilah yang sangat membahayakan kesehatan," tutup Doni.



Sumber: Suara Pembaruan