Wacana Provinsi Bogor Raya, Mendagri Ingatkan Moratorium DOB

Wacana Provinsi Bogor Raya, Mendagri Ingatkan Moratorium DOB
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. ( Foto: ANTARA FOTO / Nova Wahyudi )
Fana Suparman / FER Kamis, 22 Agustus 2019 | 20:33 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wali Kota Bogor, Bima Arya mengusulkan pembentukan provinsi baru dengan nama Bogor Raya atau memisahkan diri dari provinsi Jawa Barat. Provinsi baru ini diusulkan terdiri dari Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, dan Depok.

Merespon hal tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menyatakan, usulan provinsi Bogor Raya tersebut masih berupa wacana yang disampaikan Bima Arya. Tjahjo mengingatkan, adanya moratorium atau penundaan sementara terkait pemekaran daerah.

"Itu masih wacana Wali Kota, karena sampai sekarang ini sudah moratorium," kata Tjahjo usai rapat dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita terkait penguatan basis data bantuan sosial di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (22/8/2019).

Tjahjo mengungkapkan hingga saat ini, Kemdagri telah menerima 314 aspirasi yang meminta otonomi daerah baru (DOB). Namun, Indonesia saat sudah memiliki 514 daerah baik di tingkat provinsi hingga kabupaten kota.

"Sudah 314 aspirasi masyarakat, aspirasi tokoh masyarakat, aspirasi daerah, yang minta daerah otonomi baru, sudah 314 baik provinsi maupun kabupaten kota. Kan enggak mungkin itu, sekarang sudah 514 kabupaten kota, masa mau ditambah 500 lagi," kata Tjahjo.



Sumber: Suara Pembaruan